Kencing Manis / Diabetis
Definisi Kencing Manis
Kencing manis atau diabetis adalah suatu grup dari penyakit metabolisme dikarakteristikan oleh tingkat-tingkat gula darah (glukosa) yang tinggi, yang berakibat dari kerusakan-kerusakan pada pengeluaran insulin, atau kerja insulin, atau kedua-duanya.
Kencing manis , umumnya dirujuk sebagai diabetis pertama kali diidentifikasikan sebagai suatu penyakit yang berhubungan dengan "air seni manis" ("sweet urine"), dan kehilangan otot yang berlebihan pada dunia kuno. Peningkatan tingkat-tingkat gula darah (hyperglycemia) menjurus pada kebocoran glukosa kedalam urin, karena itu istilahnya kencing manis. Secara normal, tingkat-tingkat gula darah dikontrol secara ketat oleh insulin, suatu hormon yang dihasilkan oleh pankreas. Insulin menurunkan tingkat gula darah. Ketika gula darah naik (contohnya, setelah makan makanan), insulin dilepas dari pankreas untuk menormalkan tingkat gula. Pada pasien-pasie dengan kencing manis/diabetis, tidak kehadiran atau produksi yang tidak mencukupi dari insulin menyebabkan hyperglycemia. Diabetis adalah suatu kondisi medis kronis, yang berarti bahwa walaupun itu dapat dikontrol, dia berlangsung seumur hidup. Dampak Kencing Manis
Dengan berjalannya waktu, diabetis dapat menjurus pada kebutaan, gagal ginjal, dan kerusakan syaraf. Tipe-tipe kerusakan ini adalah akibat kerusakan dari pembuluh-pembuluh kecil, dirujuk sebagai penyakit mikrovaskuler (microvascular disease). Diabetis juga adalah suatu faktor penting dalam mempercepat pengerasan dan penyempitan dari arteri-arteri (atherosclerosis), menjurus pada strokes, penyakit jantung koroner, dan penyakit-penyakit pembuluh darah besar lainnya. Ini dirujuk sebagai penyakit makrovaskuler (macrovascular disease). Diabetis mempengaruhi hampir 17 juta orang (kira-kira 8% dari populasi) di Amerika. Sebagai tambahan, suatu tambahan yang diperkirakan dari 12 juta orang di Amerika mempunyai diabetis dan bahkan tidak mengetahuinya. Dari suatu perspektif ekonomi, biaya total per tahun dari diabetis pada tahun 1997 diestimasikan sebesar 98 milyar dolar di Amerika. Biaya per kapita berasal dari pada tahun 1997 berjumlah $10,071.00; sedangkan biaya-biaya kesehatan untuk orang-orang tanpa diabetis sebesar $2,699.00 per kapita. Selama tahun yang sama ini, 13.9 juta hari opname di rumah sakit dihubungkan pada diabetis, dimana 30.3 juta kunjungan ke dokter berhubungan dengan diabetis. Ingat, angka-angka ini merefleksikan hanya populasi di Amerika . Seluruh dunia, statistiknya mengejutkan.
Diabetis adalah penyebab utama kematian yang ketiga di Amerika setelah penyakit jantung dan kanker.
Penyebab Kencing Manis
Produksi yang tidak mencukupi dari insulin (baik secara absolut atau relatif pada kebutuhan tubuh), produksi dari insulin yang rusak (yang adalah tidak umum), atau ketidakmampuan sel-sel untuk menggunakan insulin dengan baik dan secara efisien menjurus pada hyperglycemia dan diabetis. Kondisi terakhir ini kebanyakan mempengaruhi sel-sel otot dan jaringan-jaringan lemak, dan berakibat pada suatu kondisi yang dikenal dengan "resistensi insulin" ("insulin resistance"). Ini adalah persoalan utama pada diabetis tipe 2. Kekurangan absolut dari insulin, umumnya sekunder terhadap suatu proses merusak yang mempengaruhi sel-sel beta didalam pankreas yang menghasilkan insulin, adalah kelainan utama pada diabetis tipe 1. Pada diabetis tipe 2, disana juga ada suatu kemunduran yang tetap dari sel-sel beta yang menambah pada proses peningkatan gula darah. Secara mendasar, jika seseorang resiten terhadap insulin, tubuh dapat pada beberapa tingkat meningkatkan produksi insulin dan mengatasi tingkat resistensi ini. Sesudahnya , jika produksi berkurang dan insulin tidak dapat dilepas secara vigoros, hyperglycemia akan berkembang.
Glukosa adala suatu gula sederhana yang ditemukan di makanan. Glukosa adalah suatu nutrisi yang penting yang menyediakan energi supaya sel-sel tubuh dapat berfungsi dengan baik. Karbohidrat diurai didalam usus kecil dan glukosa didalam makanan yang telah dicerna kemudian diserap oleh sel-sel usus kedalam aliran darah, dan dibawa oleh aliran darah keseluruh sel-sel tubuh dimana ia digunakan. Bagaimanapun, glukosa tidak dapat sendiri masuk kedalam sel-sel dan memerlukan bantuan insulin untuk membantu pengangkutannya kedalam sel-sel. Tanpa insulin, sel-sel menjadi kelaparan energi glukosa meskipun tersedianya glukosa yang berlimpah-limpah didalam aliran darah. Pada tipe-tipe diabetis tertentu, ketidakmampuan sel-sel untuk menggunakan glukosa memberikan reaksi pada situasi yang ironis dari "kelaparan ditengah kelimpahan". Glukosa yang berlimpah dan tidak digunakan dikeluarkan dengan borosnya didalam urin.
Insulin adalah suatu hormon yang diproduksi oleh sel-sel khusus (sel-sel beta) dari pankreas. Pancreas adalah suatu organ didalam perut yang berlokasi dibelakang lambung. Selain membantu glukosa masuk kedalam sel-sel, insulin juga penting dalam pengaturan tingkat glukosa yang ketat didalam darah. Setelah makan, tingkat glukosa darah naik. Sebagai jawaban atas peningkatan tingkat glukosa, normalnya pankreas melepaskan lebih banyak insulin kedalam aliran darah untuk membantu glukosa masuk ke sel-sel dan menurunkan tingkat-tingkat glukosa setelah makan. Ketika tingkat-tingkat glukosa darah menurun, pelepasan insulin dari pankreas dikurangi. Sangat penting untuk dicatat bahwa bahkan pada waktu keadaan puasa ada suatu pelepasan insulin sedikit yang tetap yang berfluktuasi sedikit dan membantu memelihara suatu tingkat gula darah yang tetap selama puasa. Pada individu-individu normal, sistim pengaturan yang seperti ini membantu mempertahankan tingkat-tingkat glukosa darah dalam suatu batasan yang terkontrol secara ketat. Seperti diuraikan diatas, pada pasien-pasien kencing manis, insulinnya baik tidak hadir, relatif tidak mencukupi untuk keperluan tubuh, atau tidak digunakan dengan baik oleh tubuh. Semua faktor-faktor ini menyebabkan peningkatan tingkat-tingkat glukosa darah (hyperglycemia).
Tipe-Tipe Kencing Manis
Ada dua tipe-tipe utama dari diabetis, disebut tipe 1 dan tipe 2. Diabetis tipe 1 juga disebut diabetes mellitus yang tergantung insulin [insulin dependent diabetes mellitus (IDDM)], atau diabetes mellitus yang menyerang anak-anak. Pada diabetis tipe 1, pankreas mengalami suatu serangan autoimun oleh tubuhnya sendiri, dan dibuat tidak mampu membuat insulin. Kelainan-kelainan antibodi-antibodi telah ditemukan pada mayoritas pasien-pasien dengan diabetis tipe 1. Antibodi-antibodi adalah protein-protein didalam darah yang merupakan bagian dari sistim imun tubuh. Pasien dengan diabetis tipe 1 harus tergantung dari obat-obatan insulin untuk kelangsungan hidup.
Pada penyakit-penyakit autoimun, seperti diabetis tipe 1, sistim imun secara keliru membuat antibodi-antibodi dan sel-sel peradangan yang diarahkan melawan dan menyebabkan kerusakan pada jaringan-jaringan tubuh pasien sendiri. Pada pasien dengan diabetis tipe 1, sel-sel beta dari pankreas yang bertanggung jawab pada produksi insulin, diserang oleh sistim imun yang salah diarahkan. Dipercayai bahwa kecenderungan mengembangkan antibodi-antibodi abnormal pada diabetis tipe 1 adalah sebagian diwariskan secara genetik, walaupun detil-detilnya tidak sepenuhnya dimengerti. Ekspose pada infeksi-infeksi virus tertentu (virus-virus mumps dan Coxsackie) atau racun-racun lingkungan lainnya dapat menyajikan untuk memicu respon-respon antibodi yang abnormal yang menyebabkan kerusakan pada sel-sel pankreas dimana insulin dibuat. Antibodi-antibodi ini dapat diukur pada mayoritas pasien-pasien, dan mungkin dapat membantu menentukan individu-individu yang mana saja berada pada risiko mengembangkan diabetis tipe 1.
Pada saat ini, American Diabetes Association tidak merekomendasikan penyaringan secara umum populasi untuk diabetis tipe 1, meskipun penyaringan dari individu-individu yang berisiko tinggi, seperti yang dengan suatu family generasi pertama (suadara kandung atau orang tua) dengan diabetis tipe 1 seharusnya dianjurkan. Diabetis tipe 1 cenderung terjadi pada individu-individu yang muda dan kurus, umumnya sebelum berumur 30 tahun, bagaimanapun, pasien-pasien yang lebih tua kadangkala juga menunjukan bentuk diabetis ini. Sub-sub kelompok ini dirujuk sebagai diabetis autoimun tersembunyi pada orang dewasa [latent autoimmun disease in adults (LADA)]. LADA adalah suatu bentuk yang lambat dan progresif dari diabetis tipe 1. Dari semua pasien-pasien diabetis, hanya kurang lebih 10% dari pasien-pasien mempunyai diabetis tipe 1 dan sisanya 90% mempunyai diabetis tipe 2.
Diabetis tipe 2 juga dirujuk sebagai diabetes mellitus yang tidak tergantung insulin [non-insulin dependent diabetes mellitus (NIDDM)], atau diabetes mellitus yang menyerang orang dewasa [adult onset diabetes mellitus (AODM)]. Pada diabetis tipe 2, pasien-pasien tetap masih dapat memproduksi insulin, namun relatif tidak memcukupi untuk kebutuhan-kebutuhan tubuhnya, terutama menghadapi resisten insulin seperti yang didiskusikan diatas. Pada banyak kasus-kasus, ini sesungguhnya berarti pankreas memproduksi jumlah insulin yang lebih besar dari normalnya. Suatu sifat utama dari diabetis tipe 2 adalah suatu kekurangan kepekaan sel-sel tubuh pada insulin (terutama sel-sel lemak dan otot). Sebagai tambahan pada persoalan dengan suatu peningkatan resistensi insulin, pelepasan insulin oleh pankreas dapat juga rusak dan suboptimal. Kenyataannya, ada suatu penurunan yang tetap dan diketahui pada produksi insulin dari sel-sel beta pada diabetis tipe 2 yang berkontribusi pada pemburukkan pengontrolan glukosa. (Ini adalah suatu faktor utama untuk banyak pasien-pasien dengan diabetis tipe 2 yang pada akhirnya memerlukan terapi insulin). Akhirnya, hati pada pasien-pasien ini terus berlanjut memproduksi glukosa melalui suatu proses yang disebut gluconeogenesis meskipun dengan tingkat-tingkat glukosa yang tinggi. Kontrol dari gluconeogenesis menjadi bersepakat.
Ketika dinyatakan bahwa diabetis tipe 2 kebanyakan terjadi pada individu-individu lebih dari umur 30 tahun dan timbulnya meningkat dengan umur, kita melihat suatu angka yang mengkhwatirkan dari pasien-paseien dengan diabetis tipe 2 yang belum mencapai umur 10 tahun. Faktanya, untuk pertama kali dalam sejarah kemanusiaan, diabetis tipe 2 sekarang lebih umum dari pada diabetis tipe 1 pada masa kanak-kanak. Kebanyakan dari kasus-kasus ini adalah suatu akibat langsung dari kebiasaan makan yang buruk, berat badan yang lebih berat, dan kurangnya berolahraga.
Ketika ada suatu komponen genetik yang kuat untuk mengembangkan bentuk diabetis ini, ada faktor-faktor risiko lainnya - yang paling signifikan darinya adalah kegemukan (obesity). Ada suatu hubungan langsung antara derajat kegemukan dan risiko pengembangan diabetes tipe 2 , dan ini benar baik pada anak-anak maupun orang-orang dewasa. Diperkirakan bahwa kesempatan mengembangkan diabetes menjadi dua kali untuk setiap peningkatan berat badan sebesar 20% dari berat badan yang diinginkan.
Mengenai umur, data menunjukan bahwa untuk setiap dekade setelah umur 40 tahun tidak perduli berat badannya ada suatu peningkatan kejadian diabetes. Kelaziman (prevalence) dari diabetes pada orang-orang berumur 65 sampai 74 tahun adalah hampir 20%. Diabetis tipe 2 juga adalah lebih umum pada kelompok-kelompok etnik tertentu. Dibandingkan dengan suatu kelaziman sebesar 6% pada orang-orang kulit putih (Caucasians), kelaziman pada orang-orang Amerika keturunan Afrika dan Asia diperkirakan adalah 10%, pada orang-orang Hispanics 15%, dan pada komunitas-komunitas pribumi Amerika tertentu 20% sampai 50%. Akhirnya, kencing manis terjadi jauh lebih sering pada wanita-wanita dengan sejarah diabetes sebelumnya yang berkembang selama kehamilan (gestational diabetes).
Kencing manis dapat terjadi sementara selama kehamilan. Perubahan-perubahan hormon yang signifikan selama kehamilan dapat menjurus pada penigkatan gula darah pada individu-individu yang dipengaruhi secara genetik. Peningkatan gula darah selama kehamilan disebut gestational diabetes. Gestational diabetes umumnya menghilang setelah bayi dilahirkan. Bagaimanapun, 25-50% dari wanita-wanita dengan gestational diabetes akan akhirnya dalam hidupnya mengembangkan diaetes tipe 2, terutama pada yang memerlukan insulin selama kehamilan dan yang tetap kegemukan setelah melahirkan. Pasien-pasien dengan gestational diabetes umumnya diminta menjalani suatu tes toleransi gula secara oral kira-kira 6 minggu setelah melahirkan untuk menentukan apakah diabetisnya tetap berlangsung sesudah kehamilan, atau apakah adanya kehadiran bukti apa saja (seperti toleransi glukosa yang terganggu) yang dapt menjadi petunjuk pada risiko masa depan pasien untuk mengembangkan kencing manis.
Diabetis sekunder (secondary diabetes) merujuk pada peningkatan tingkat-tingkat gula darah dari kodisi medis lainnya. Diabetis sekunder dapat berkembang ketika jaringan pankreas bertanggung jawab pada produksi insulin dirusak oleh penyakit, seperti pankreatitis kronis (peradangan dari pankreas disebabkan oleh racun-racun sepeti alkohol yang berlebihan), luka (trauma), atau operasi pembuangan pankreas. Diabetes dapat juga berasal dari gangguan-gangguan hormon lainnya, seperti produksi hormon pertumbuhan yang berlebihan (acromegaly) dan Cushing's syndrome. Pada acromegaly, suatu tumor kelenjar pituitari (pituitary gland tumor) pada dasar otak menyebabkan produksi hormon pertumbuhan yang berlebihan, menjurus pada hyperglycemia. Pada Cushing's syndrome, kelenjar-kelenjar adrenal (adrenal glands) memproduksi suatu cortisol yang berlebihan, yang mempromosikan peningkatan gula darah.
Sebagai tambahan, obat-obat tertentu dapat memperburuk kontrol diabetis, atau "membuka kedok" ("unmask") diabetis yang tersembunyi. Ini terlihat paling umum ketika obat-obat steroid (seperti prednisone) diminum dan juga dengan obat-obat yang digunakan pada perawatan infeksi HIV (AIDS).
Gejala-Gejala Kencing Manis
Gejala-gejala awal dari kencing manis yang tidak dirawat dihubungkan dengan kenaikkan tingkat-tingkat gula darah, dan kehilangan glukosa kedalam urin. Jumlah-jumlah yang tinggi dari glukosa didalam urin dapat menyebabkan peningkatan pengeluaran urin dan menjurus pada dehidrasi. Dehidrasi menyebabkan peningkatan kehausan dan konsumsi air. Ketidakmampuan insulin untuk bekerja secara normal mempunyai pengaruh pada metabolisme protein, lemak dan karbohidrat. Insulin adalah suatu hormon anabolik (anabolic hormone), yaitu satu yang mendorong penyimpanan lemak dan protein. Suatu kekurangan insulin yang relatif atau mutlak akhirnya menjurus pada kehilangan berat badan meskipun dengan suatu nafsu makan yang meningkat. Beberapa pasien-pasien kencing manis yang tidak dirawat juga mengeluh kelelahan, mual dan muntah. Pasien-pasien dengan diabetis adalah rentan untuk mengembangkan infeksi-infeksi kandung kemih (bladder), kulit, dan area-area vagina. Fluktuasi-fluktuasi pada tingkat-tingkat glukosa darah dapat menjurus pada penglihatan yang kabur. Peningkatan tingkat-tingkat glukosa yang ekstrim dapat menjurus pada kelesuan dan koma.
Mendiagnosis Kencing Manis
Tes gula darah puasa adalah cara yang lebih disukai untuk mendiagnosis diabetis. Itu mudah dan tidak menyusahkan untuk mengerjakannya. Setelah seseorang telah puasa malam sebelumnya (paling sedikit 8 jam), suatu sampel darah diambil dan dikirim ke labor untuk anaisa. Ini juga dapat dilaksanakan secara akurat di tempat praktek dokter menggunakan suatu alat glucose meter.
Tingkat-tingkat normal dari glukosa puasa adalah kurang dari 100 milligrams per deciliter (mg/dl). Tingkat-tingkat plasma glukosa yang lebih dari 126 mg/dl pada dua atau lebih tes-tes pada hari yang berbeda mengindikasikan diabetis. Suatu tes glukosa darah secara acak dapat juga digunakan untuk mendiagnosis diabetis. Suatu tingkat glukosa darah dari 200 mg/dl atau lebih mengindikasikan diabetis.
Ketika puasa glukosa darah berdiam diatas 100mg/dl, namun dalam batasan dari 100-126mg/dl, ini diketahui sebagai glukosa puasa yang terganggu [impaired fasting glucose (IFG)]. Ketika pasien-pasien dengan IFG tidak mempunyai diagnosis dari diabetes, kondisi ini membawanya dengan risiko-risiko dan kekhwatiran-kekhwatirannya sendiri, dan dialamatkan ditempat lain.
Tes-tes toleransi glukosa secara oral
Walaupun tidak digunakan lagi secara rutin, tes toleransi glukosa secara oral [oral glucose tolerance test (OGTT)] adalah standar emas untuk membuat diagnosis dari diabetis tipe 2. Ia masih umum digunakan untuk mendiagnosis gestational diabetes. Dengan tes toleransi glukosa oral, seseorang berpuasa semalam (paling sedikit 8 tapi tidak lebih dari 16 jam). Kemudian pertama-tama, plasma glukosa puasa diuji. Setelah tes ini, orang ini menerima 75 gram glukosa (100 gram untuk wanita hamil). Ada beberapa metode-metode yang dilaksanakan oleh dokter kandungan untuk melakukan tes ini, namun satu yang dibahas disini adalah yang standar. Biasanya, glukosanya adalah suatu cairan yang manis yang diminum oleh orang itu. Contoh-contoh darah diambil pada inteval-interval yang spesifik untuk mengukur glukosa darah.
Supaya tesnya memberikan hasil-hasil yang dapat dipercaya, orang itu harus berada dalam kesehatan yang baik (tidak mempunyai sakit lain apa saja, bahkan tidak juga suatu selesma). Juga, orang itu harus aktif secara normal (tidak berbaringan, contohnya, sebagai seorang pasien dirumah sakit) dan juga harus tidak meminum obat-obat yang dapat mempengaruhi glukosa darah. Untuk tiga hari sebelum tes, orang itu harus makan suatu makanan yang kaya karbohidratnya (150- 200 gram per hari). Pagi hari waktu tes, orang itu harus tidak merokok atau minum kopi.
Tes toleransi glukosa oral yang klasik mengukur tingkat-tingkat glukosa darah sebanyak lima kali pada suatu periode dari 3 jam. Beberapa dokter hanya mendapat suatu contoh darah garis dasar diikuti oleh suatu contoh dua jam setelah meminum larutan glukosa. Pada seseorang tanpa diabetis, tingkat-tingkat glukosa naik dan turun dengan cepat. Pada seseorang dengan diabetes, tingkat-tingkat glukosa naik lebih tinggi dari normal dan gagal untuk turun dengan cepat.
Orang-orang dengan tingkat-tingkat glukosa antara normal dan diabetik mempunyai toleransi glukosa yang terganggu [impaired glucose tolerance (IGT)]. Orang-orang dengan toleransi glukosa terganggu tidak mempunyai diabetes, namun berada pada risiko tinggi untuk menuju ke kencing manis. Setiap tahun, 1-5% dari orang-orang yang hasil-hasil tesnya menunjukan toleransi glukosa terganggu benar-benar akhirnya mengembangkan kencing manis. Menurunkan berat badan dan berolahraga dapat membantu orang-orang dengan gangguan toleransi glukosa mengembalikan tingkat-tingkat glukosanya ke normal. Sebagai tambahan, beberapa dokter menganjurkan penggunaan obat-obatan, seperti metformin (Glucophage), untuk membantu mencegah/memperlambat timbulnya diabetis yang nyata. Studi-studi terakhir telah menunjukan bahwa toleransi glukosa yang terganggu sendiri mungkin dapat merupkan suatu faktor risiko untuk pengembangan penyakit jantung. Pada komunitas medis, kebanyakan dokter-dokter sekarang mengerti bahwa gangguan toleransi glukosa adalah bukan hanya suatu pendahuluan dari diabetis, namun adalah kesatuan penyakit klinis tersendiri yang memerlukan perawatan dan pengamatan.
Mengevaluasi hasil-hasil tes toleransi glukosa secara oral
Tes-tes toleransi glukosa dapat menjurus pada satu dari diagnosa-diagnosa berikut:
- Respon normal : Seseorang dikatakan mempunyai respon normal jika tingkat glukosa 2 jamnya kurang dari 140 mg/dl, dan seluruh nilai-nilainya antara 0 dan 2 jam kurang dari 200 mg/dl.
- Toleransi glukosa yang terganggu: Seseorang dikatakan mempunyai toleransi glukosa yang terganggu jika plasma glukosa puasa kurang dari 126 mg/dl dan tingkat tingkat glukosa 2 jamnya ada diantara 140 dan 199 mg/dl.
- Diabetis: Seseorang mempunyai diabetis jika dua tes-tes diagnostik dilaksanakan pada hari yang berbeda menunjukan tingkat glukosa darah yang tinggi.
- Gestational diabetes: Seorang wanita mempunyai gestational diabetes jika ia mempunyai dua apa saja dari yang berikut: suatu 100g OGTT, suatu plasma glukosa puasa lebih dari 95 mg/dl, suatu tingkat glukosa 1 jam lebih dari 180 mg/dl, suatu tingkat glukosa 2 jam lebih dari 155 mg/dl, atau suatu tingkat glukosa 3 jam lebih dari 140 mg/dl.
Memeriksa Gula Darah di Rumah
Tes gula darah dirumah adalah suatu bagian yang penting dari pengawasan gula darah. Satu tujuan penting dari perawatan diabetes adalah menjaga tingkat-tingkat glukosa darah mendekati batasan normal dari 70 ke 120 mg/dl sebelum makan dan dibawah 140 mg/dl pada saat 2 jam setelah makan. Tingkat-tingkat glukosa darah umumnya diuji sebelum dan sesudah makan, dan pada waktu tidur. Tingkat gula darah secara khas ditentukan oleh suatu tusukan pada ujung jari dengan suatu alat pembuka dan menaruh darah itu pada suatu alat ukur glukosa yang membaca nilainya. Ada begitu banyak alat ukur di pasar, contohnya, Accu-Check Advantage, One Touch Ultra, Sure Step dan Freestyle. Setiap alat ukur mempunyai keuntungan-keuntungannya dan kerugian-kerugiannya sendiri (beberapa menggunakan lebih sedikit darah, beberapa mempunyai suatu pembacaan digital yang lebih besar, beberapa memakan waktu yang singkat untuk memberikan hasilnya pada anda, dan seterusnya). Hasil-hasil kemudian digunakan untuk membantu pasien-pasien membuat penyesuaian pada obat-obat, makanan-makanan, dan aktivitas-aktivitas fisik.
Ada beberapa perkembangan yang menarik dari pengawasan glukosa darah. Sekarang ini, paling sedikit tiga sensor-sensor glukosa yang berlanjut sedang dipertimbangkan untuk persetujuan di Amerika (Dexcom, Medtronic dan Navigator). Sistim-sistim sensor glukosa berlanjut yang baru ini melibatkan suatu cannula yang dapat ditanam dibawah kulit perut atau lengan. Cannula ini mengizinkan pengambilan yang sering dari tingkat-tingkat glukosa darah. Disambung pada ini adalah suatu transmitter yang mengirimkan data pada suatu alat yang mirip pager. Alat ini mempunyai suatu layar visual yang mengizinkan pembawanya melihat, tidak hanya pembacaan glukosa waktu ini, namun juga arah-arah dari grafisnya. Pada beberapa alat-alat, angka dari perubahan gula darah juga ditunjukkan. Ada alarm-alarm untuk tingkat-tingkat gula yang rendah dan yang tinggi. Model-model tertentu akan memperingati jika angka perubahan mengindikasikan pembawanya berada pada risiko kenaikan dan penurunan gula darah yang terlalu cepat. Versi Medtronic dirancang khusus untuk berhubungan dengan pompa-pompa insulinnya. Bagaimanapun, pada saat ini pasien masih harus menyetujui secara manual dosis insulin apa saja (pompa itu tidak dapat secara membabibuta merespon pada informasi glukosa yang dia terima, dia hanya dapat memberikan suatu anjuran yang diperhitungkan apakah pembawanya harus memberikan insulin, dan jika ya, berapa banyak). Semua dari alat-alat ini perlu dihubungkan denga penusukan jari untuk beberapa jam sebelum mereka dapat berfungsi dengan bebas. Kemudian alat-alat ini dapat menyediakan pembacaan untuk 3-5 hari.
Ahli-ahli diabetes merasa bahwa alat-alat monitor glukosa darah ini memberikan pada pasien-pasien suatu jumlah kebebasan yang signifikan untuk mengatur proses-proses penyakit mereka; dan mereka juga adalah suatu alat yang hebat untuk pendidikan. Adalah juga sangat penting untuk mengingat bahwa alat-alat ini dapat digunakan dengan sebentar-sebentar dengan tusukan-tusukan jari. Contohnya, seorang pasien diabetes yang terkontrol dengan baik dapat percaya pada ujian-ujian glukosa dengan tusukan jari beberapa kali dalam sehari. Jika mereka jatuh sakit, jika mereka memutuskan memulai suatu cara latihan yang baru, jika mereka merubah makanan mereka dan seterusnya, mereka dapat menggunakan sensor untuk melengkapi cara tusukan jari mereka, menyediakan lebih banyak informasi pada bagaimana mereka merespon pada perubahan-perubahan gaya hidup baru atau penyebab-penyebab stres. Macam sistim ini membawa kita satu langkah lebih dekat untuk menutup putaran, dan pada pengembangan dari suatu pankreas tiruan yang merasakan keperluan-keperluan berdasarkan pada tingkat-tingkat glukosa dan keperluan tubuh dan pelepasan insulin yang sesuai dengan itu - tujuan akhir.
Hemoglobin A1c (A1c)
Untuk menerangkan apa itu suatu A1c, berpikirlah dalam istilah-istilah yang sederhana. Gula menempel/melekat, dan jika ini telah terjadi untuk suatu waktu yang lama, adalah lebih sulit untuk menghilangkannya. Didalam tubuh, gula juga menempel/melekat, terurama pada protein-protein. Sel-sel darah merah yang bersirkulasi didalam tubuh hidup untuk kira-kira tiga bulan sebelum mereka mati. Ketika gula menempel pada sel-sel ini, itu memberikan kepada kita suatu idea/gagasan berapa banyak gula ada pada tiga bulan yang lalu. Pada kebanyakan labor-labor, batasan normal adalah 4-5.9 %. Pada diabetes yang terkontrol dengan kurang baik, angkanya adalah 8.0% atau lebih, dan pada pasien-pasien yang terkontrol baik adalah kurang dari 7.0% (optimal adalah kurang dari 6.5%). Keuntungan-keuntungan dari pengukuran A1c adalah bahwa ia memberikan suatu pandangan yang lebih layak dan stabil dari apa yang terjadi pada tiga bulan yang lalu, dan nilainya tidak memantul sebanyak pengukuran-pengukuran gula darah dengan tusukan jari. Ada suatu hubungan langsung antara tingkat-tingkat A1c dan tingkat-tingkat gula darah rata-rata seperti berikut.
Ketika tidak ada petunjuk-petunjuk untuk menggunakan A1c sebagai suatu alat penyaringan, itu memberikan pada seorang dokter suatu gagasan yang baik bahwa seseorang adalah diabetik jika nilanya meningkat. Untuk sekarang, itu digunakan sebagai suatu alat standar untuk menentukan kontrol gula darah pada pasien-pasien yang diketahui mempunyai diabetes.
The American Diabetes Association sekarang merekomendasikan suatu tujuan A1c yang kurang dari 7.0%. Grup-grup lain seperti the American Association of Clinical Endocrinologists merasa bahwa suatu A1c yang kurang dari 6.5% harus menjadi tujuan.
Yang menarik, studi-studi telah menunjukan bahwa ada suatu pengurangan kira-kira 10% pada risiko relatif dari penyakit mikrovaskuler untuk setiap reduksi sebesar 1 % pada A1c. Jadi, jika seorang pasien mulai denga suatu A1c dari 10.7 dan turun ke 8.2, walaupun masih belum pada tujuan, mereka telah mengelola untuk menurunkan risiko komolikasi-komplikasi mikrovaskuler mereka sekitar 20%. Lebih dekat A1c pada normal, lebih rendah risiko absolut dari komplikasi-komplikasi mikrovaskuler. Data juga menyarankan bahwa risiko penyakit mikrovaskuler berkurang kira-kira 24% untuk setiap pengurangan nilai-nilai A1c sebesar 1%.
Perlu disebutkan disini bahwa ada sejumlah kondisi-kondisi dimana suatu nilai A1c mungkin tidak akurat. Contohnya, dengan anemia yang signifikan, jumlah sel darah merah rendah, jadi dengan demikian A1c secara salah dianggap rendah sama seperti pada kasus-kasus dari penyakit sel sabit dan hemoglobinopathies lainnya.
Komplikasi-Komplikasi Kencing Manis Akut
- Tingkat-tingkat gula darah yang tinggi sekali disebabkan oleh suatu kekurangan insulin yang nyata atau suatu kekurangan yang relatif dari insulin.
- Tingkat-tingkat gula darah yang abnormal rendah disebabkan oleh terlalu banyak insulin atau obat-obat penurun glukosa lainnya.
Insulin adalah penting untuk pasien-pasien dengan diabetes tipe 1 - mereka tidak dapat hidup tanpa suatu sumber dari exogenous insulin. Tanpa insulin, pasien-pasien dengan diabetes tipe 1 mengembangkan tingkat-tingkat gula darah yang meningkatnya sangat parah. Ini menjurus pada meningkatnya glukosa urin, yang pada gilirannya menjurus pada kehilangan berlebihan dari cairan dan elektrolit-elektrolit didalam urin. Kekurangan insulin juga menyebabkan ketidakmampuan untuk menyimpan lemak dan protein bersamaan dengan penguraian penyimpanan-penyimpanan lemak dan protein. Gangguan regulasi ini, berakibat pada proses dari ketosis dan pelepasan keton-keton kedalam darah. Keton-keton membuat darah menjadi asam (acidic), suatu kondisi yang disebut diabetic ketoacidosis (DKA). Gejala-gejala dari diabetic ketoacidosis termasuk mual, muntah, dan sakit perut. Tanpa perawatan medis yang segera, pasien-pasien dengan diabetic ketoacidosis dapat masuk dengan cepat kedalam keadaan shock, koma, dan bahkan kematian.
Diabetic ketoacidosis dapat disebabkan oleh infeksi-infeksi, stres, atau trauma dimana semuanya dapat meningkatan kebutuhan-kebutuhan insulin. Sebagai tambahan, dosis-dosis insulin yang hilang juga adalah suatu faktor risiko yang nyata untuk mengembangkan diabetic ketoacidosis. Perawatan darurat dari diabetic ketoacidosis melibatkan pemasukan cairan, elektrolit-elektrolit dan insulin secara intravenous (melalui urat nadi), biasanya di ICU suatu rumah sakit. Dehidrasi dapat sangat berat, dan adalah biasa untuk memerlukan mengganti 6-7 liter cairan ketika seseorang berada pada diabetic ketoacidosis. Antibiotik-antibiotik diberikan untuk infeksi-infeksi. Dengan perawatan, tingkat-tingkat gula darah abnormal, produksi keton, acidosis, dan dehidrasi dapat dibalikan dengan cepat, dan pasien-pasien dapat pulih dengan sungguh baik.
Pada pasien-pasien dengan diabetes tipe 2, stres, infeksi, dan obat-obatan (seperti corticosteroids) dapat juga menjurus pada tingkat-tingkat gula darah yang meningkatnya berat/tinggi. Didampingi oleh dehidrasi, peningkatan berat gula darah pada pasien-pasien diabetes tipe 2 dapat menjurus pada suatu peningkatan blood osmolality (hyperosmolar state). Kondisi ini dapat menjurus pada koma (hyperosmolar coma). Suatu hyperosmolar coma biasanya terjadi pada pasien-pasien yang lebih tua dengan diabetes tipe 2. Seperti diabetic ketoacidosis, suatu hyperosmolar coma adalah suatu keadaan medis darurat. Perawatan segera dengan cairan dan insulin intravenous adalah penting dalam membalikan keadaan hyperosmolar. Tidak seperti pasien-pasien diabetes tipe 1, pasien-pasien diabetes tipe 2 umumnya tidak mengembangkan ketoacidosis semata-mata berdasarkan diabetesnya. Karena pada umumnya diabetes tipe 2 terjadi pada populasi yang lebih tua, kondisi-kondisi medis serentak lebih mungkin ada, dan pasien-pasien ini secara keseluruhan kemungkinan lebih sakit. Komplikasi dan angka kematian dari hyperosmolar coma menjadi lebih tinggi dari pada DKA.
Hypoglycemia artinya gula darah yang abnormal rendah. Pada pasien-pasien diabetes, penyebab yang paling umum dari gula darah rendah adalah penggunaan insulin yang berlebihan atau obat-obat penurun gula lainnya, untuk menurunkan tingkat gula darah pada pasien-pasien diabetes pada kehadiran makanan yang telat atau ketidak hadiran makanan. Ketika tingkat-tingkat gula darah rendah terjadi karena terlalu banyak insulin, itu disebut suatu reaksi insulin. Kadangkala, gula darah rendah dapat sebagai akibat dari suatu pemasukan kalori yang tidak mencukupi atau pengerahan tenaga fisik berlebihan secara mendadak.
Glukosa darah adalah penting untuk sel-sel otak berfungsi secara baik. Oleh karenanya, gula darah rendah dapat menjurus pada gejala-gejala sistim syaraf pusat seperti kepeningan, kebingungan, kelemahan, dan gemetaran. Tingkat aktual gula darah dimana gejala-gejala ini terjadi berbede-beda dengan setiap orang, namun biasanya itu terjadi ketika gula darah kurang dari 65 mg/dl. Tidak dirawat, tingkat-tingkat gula darah rendah yang berat dapat menjurus pada koma, seizures, dan pada skenario yang paling jelek, kematian otak yang tidak dapat dibalikan. Pada titik ini, otak menderita dari suatu kekurangan gula, dan ini umumnya terjadi pada tingkat-tingkat sekitar kurang dari 40 mg/dl.
Perawatan gula darah rendah terdiri dari pemasukan suatu sumber gula yang cepat diserap. Ini termasuk minuman-minuman yang mengandung gula, seperti air jeruk, minuman-minuman ringan/soft drinks (bukan yang bebas gula), atau tablet-tablet gula dalam dosis-dosis 15-20 grams sekali makan (contohnya, persamaan dari setengah gelas jus). Jika pasien menjadi tidak sadar, glukagon dapat diberikan melalui suntikan intramuskular (intramuscular injection).
Glukagon menyebabkan pelepasan gula (glukosa) dari hati/liver (itu mempromosikan gluconeogenesis). Glukagon dapat menyelamatkan nyawa and setiap pasien diabetes yang mempunyai suatu sejarah hypoglycemia (terutama yang memerlukan insulin) harus mempunyai suatu kotak glukagon (glucagon kit). Famili-famili dan teman-teman dari orang-orang dengan diabetes perlu diajari bagaimana memasukkan glukagon, karena jelas-jelas pasien-pasien tidak akan mampu melakukannya sendiri dalam suatu situasi darurat. Alat penyelamat nyawa lainnya yang perlu dibahas adalah sangat sederhana; suatu gelang siaga medis harus dipakai oleh semua pasien-pasien diabetes.
Komplikasi-Komplikasi Kencing Manis Kronis
Komplikasi-komplikasi diabetes ini dihubungkan dengan penyakit-penyakit pembuluh darah dan biasanya diklasifikasikan kedalam penyakit pembuluh kecil, seperti yang melibatkan mata-mata, ginjal-ginjal dan syaraf-syaraf (penyakit mikrovaskuler), dan penyakit pembuluh besar yang melibatkan jantung dan pembuluh-pembuluh besar (penyakit makrovaskuler). Diabetes mempercepat pengerasan dari aeteri-arteri (atherosclerosis) dari pembuluh-pembuluh darah yang lebih besar, menjurus pada penyakit jantung koroner (angina atau serangan jantung), stroke, dan sakit pada kaki-kaki karena kekurangan suplai darah (claudication).
Komplikasi-komplikasi Mata
Komplikasi utama mata dari diabetes disebut diabetic retinopathy. Diabetic retinopathy terjadi pada pasien-pasien yang telah mempunyai diabetes untuk paling sedikit lima tahun. Pembuluh-pembuluh darah kecil yang berpenyakit pada belakang mata menyebabkan kebocoran protein dan darah didalam retina. Penyakit pada pembuluh-pembuluh darah ini juga menyebabkan formasi dari aneurisme yang kecil (microaneurysms), dan pembuluh-pembuluh yang baru namun rapuh (neovascularization). Perdarahan yang spontan dari pembuluh-pembuluh darah yang baru dan rapuh ini dapat menjurus pada luka parut retina dan pelepasan retina, jadi merusak penglihatan.
Untu merawat diabetic retinopathy suatu laser digunakan untuk menghancurkan dan mencegah terjadinya kembali pengembangan aneurisme-aneurisme kecil ini dan pembuluh-pembuluh darah yang rapuh. Kira-kira 50% dari pasien-pasien diabetes akan mengembangkan beberapa tingkat dari diabetic retinopathy setelah 10 tahun menderita diabetes, dan 80% dari orang-orang diabetes mempunyai retinopathy setelah 15 tahun menderita diabetes. Kontrol yang miskin dari gula darah dan tekanan darah lebih jauh memperburuk penyakit mata pada diabetes.
Katarak-katarak dan glaukoma-glaukoma juga lebih umum diantara penderita diabetes. Juga penting untuk mencatat bahwa karena lensa-lensa dari mata membiarkan air lewat, jika konsentrasi-konsentrasi gula darah bervariasi banyak, lensa-lensa mata akan mengkerut dan membengkak sesuai dengan cairan. Sebagai akibatnya, penglihatan kabur adalah sangat umum pada diabetes yang miskin pengontrolannya. Pasien-pasien umumnya tidak dianjurkan untuk mendapat resep kaca mata baru sampai gula darahnya terkontrol. Ini mengizinkan untuk suatu penilaian yang lebih akurat dari resep kaca mata apa yang diperlukan.
Kerusakkan Ginjal
Kerusakkan ginjal dari diabetes disebut diabetic nephropathy. Timbulnya penyakit ginjal dan kemajuan penyakitnya adalah sangat bervariasi. Pada permulaan, pembuluh-pembuluh darah kecil yang berpenyakit didalam ginjal menyebabkan kebocoran protein didalam urin. Kemudian, ginjal-ginjal kehilangan kemampuannya untuk membersihkan dan menyaring darah. Akumulasi dari limbah-limbah yang beracun didalam darah menjurus pada perlunya untuk dialisis (dialysis). Dialysis melibatkan pemakaian mesin yang melayani fungsi ginjal dengan menyaring dan membersihkan darah. Pada pasien-pasien yang tidak ingin menjalani dialysis kronis, transplantasi (cangok) ginjal dapat dipertimbangkan.
Kemajuan dari nephropathy pada pasien-pasien dapat diperlambat secara signifikan dengan pengontrolan tekanan darah tinggi, dan dengan perawatan tingkat-tingkat gula darah yang tinggi secara agresif. Angiotensin converting enzyme inhibitors (ACE inhibitors) atau angiotensin receptor blockers (ARBs) yang digunakan pada perawatan hipertensi dapat juga menguntungkan penyakit ginjal pada pasien-pasien diabetes.
Kerusakkan Syaraf
Kerusakkan syaraf pada diabetes disebut diabetic neuropathy dan juga disebabkan oleh penyakit pembuluh-pembuluh darah kecil. Pada intinya, darah yang mengalir ke syaraf-syaraf adalah terbatas, meninggalkan syaraf-syaraf tanpa aliran darah, dan mereka menjadi rusak atau mati sebagai akibatnya (suatu istilah dikenal sebagai ischemia). Gejala-gejala dari kerusakkan syaraf diabetik termasuk kekebasan/kematian rasa, rasa terbakar, dan sakit kaki-kaki. Ketika kerusakkan syaraf menyebabkan suatu kehilangan total dari sensasi pada kaki-kaki, pasien-pasien mungkin tidak sadar akan luka-luka pada kaki, dan gagal melindungi mereka secara baik. Sepatu-sepatu atau pelindung-pelindung lainnya harus dipakai sebanyak mungkin. Luka-luka kulit yang kelihatannya minor harus segera dirawat untuk menghindari infeksi-infeksi serius. Karena sirkulasi darah yang miskin, luka-luka kaki diabetik mungkin tidak akan sembuh. Kadangkala, luka-luka kaki yang minor/kecil dapat menjurus pada infeksi serius, boro-borok, dan bahkan gangrene, yang memerlukan amputasi jari-jari kaki, kaki-kaki atau bagian-bagian infeksi lainnya secar operasi.
Kerusakkan syaraf diabetik dapat mempengaruhi syaraf-syaraf yang penting untuk penegakan penis (penile erection), menyebabkan impoten [erectile dysfunction (ED, impotence)]. Erectile dysfunction dapat juga disebakan oleh aliran darah yang miskin ke penis dari penyakit pembuluh darah diabetik.
Diabetic neuropathy dapat juga mempengaruhi syaraf-syaraf pada perut dan usus kecil, menyebabkan mual, kehilangan berat badan, diare, dan gejala-gejala lainnya dari gastroparesis (penundaan pengosongan isi makanan dari perut kedalam usus kecil, disebabkan oleh kontraksi dari otot-otot perut yang tidak efektif).
Sakit dari kerusakan syaraf diabetik mungkin merespon pada perawatan-perawatan tradisional dengan gabapentin (Neurontin), phenytoin (Dilantin), carbamazepine (Tegretol), desipramine (Norpraminine), amitriptyline (Elavil), atau dengan topically-applied capsaicin (suatu sari dari lada/merica). Neurontin, Dilantin dan Tegretol adalah obat-obat yang digunakan secara tradisional pada perawatan kelainan-kelainan seizure. Elavil dan Norpraminine adalah obat-obat yang digunakan secara tradisional untuk depresi. Sewaktu banyak dari obat-obat ini tidak diindikasikan secara khusus oleh FDA untuk perawatan diabetes yang berhubungan dengan sakit syaraf, umumnya mereka digunakan oleh dokter-dokter. Sakit dari kerusakan syaraf diabetik dapat juga membaik dengan kontrol gula darah yang lebih baik, walaupun sayangnya kontrol gula darah dan jalannya penyakit dari neuropathy tidak selalu jalan bersama-sama. Obat-obat yang lebih baru untuk sakit syaraf telah hadir belakangan ini di pasar di Amerika. Pregabalin (Lyrica) yang mempunyai suatu indikasi untuk sakit neuropatik diabetik (diabetic neuropathic pain) dan duloxetine (Cymbalta) adalah obat-obat yang lebih baru yang digunakan pada perawatan diabetic neuropathy.
Memperlambat Komplikasi-Komplikasi Diabetes
Penemuan-penemuan dari the Diabetes Control and Complications Trial (DCCT) dan the United Kingdom Prospective Diabetes Study (UKPDS) telah dengan jelas menunjukan bahwa pengontrolan yang agresif dan intensif dari peningkatan tingkat-tingkat gula darah pada pasien-pasien diabetes tipe 1 dan tipe 2 mengurangi komplikasi-komplikasi dari nephropathy, neuropathy, retinopathy, dan dapat mengurangi terjadinya dan beratnya penyakit-penyakit pembuluh darah besar. Kontrol yang agresif dengan terapi yang intensif berarti mencapai tingkat-tingkat glukosa puasa antara 70-120 mg/dl; tingkat-tingkat glukosa kurang dari 160 mg/dl setelah makan; dan suatu tingkat-tingkat A1c yang hampir normal.
Studi-studi pada pasien-pasien tipe 1 telah menunjukan bahwa pada pasien-pasien yang dirawat secara intensif, penyakit mata diabetik berkurang dengan 76%, penyakit ginjal berkurang dengan 54%, dan penyakit syaraf berkurang dengan 60%. Akhir-akhir ini percobaan EDIC telah menunjukan bahwa diabetes tipe 1 adalah juga berhubungan dengan meningkatnya penyakit jantung, serupa dengan diabetes tipe 2. Bagaimanapun, harga dari kontrol gula darah yang agresif adalah suatu kenaikan dua sampai tiga kali dari kejadian tingkat-tingkat gula darah yang abnormal rendah (disebabkan oleh obat-obat diabetes). Untuk sebab ini, kontrol diabetes yang ketat untuk mencapai tingkat-tingkat glukosa antara 70-120 mg/dl tidak direkomendasikan untuk anak-anak dibawah umur 13 tahun, pasien-pasien dengan hypoglycemia kumat yang berat, pasien-pasien yang tidak sadar atas hypoglycemia mereka, dan pasien-pasien dengan komplikasi-komplikasi diabetes yang telah maju jauh. Untuk mencapai kontrol glukosa yang optimal tanpa suatu risiko yang tidak semestinya dari tingkat-tingkat gula darah yang rendahnya abnormal, pasien-pasien diabetes tipe 1 harus mengawasi glukosa darah mereka paling sedikit empat kali dalam sehari dan memasukkan insulin paling sedikit tiga kali per hari. Pada pasien-pasien diabetes tipe 2, kontrol gula darah yang agresif mempunyai efek-efek menguntungkan serupa pada mata-mata, ginjal-ginjal, syaraf-syaraf dan pembuluh-pembuluh darah.
Merawat Diabetes
Tujuan utama pada perawatan diabetes adalah untuk memperkecil kenaikan gula darah apa saja tanpa menyebabkan tingkat-tingkat gula darah yang rendahnya abnormal. Diabetes tipe 1 dirawat dengan insulin, latihan, dan suatu diet diabetik (diabetic diet). Diabetes tipe 2 dirawat dengan pertama-tama penurunan berat badan, suatu diet diabetik, dan latihan. Jika langkah-langkah ini gagal untuk mengontrol naiknya gula darah , obat-oba oral digunakan. Jika obat-obat oral juga masih belum mencukupi, perawatan dengan insulin dipertimbangkan.
Ketaatan pada diet diabetik adalah suatu aspek yang penting dari pengontrolan kenaikan gula darah pada pasien-pasien diabetes. The American Diabetes Association (ADA) telah menyediakan petunjuk-petunjuk untuk suatu diet diabetik. Diet ADA adalah suatu diet yang seimbang dan bergizi yang rendah pada lemak, kolesterol, dan gula-gula sederhana. Total kalori harian dibagi rata pada tiga kali makan. Pada dua tahun yang lalu, ADA telah menghapus larangan mutlak atas gula-gula sederhana. Jumlah-jumlah yang sedikit dari gula-gula sederhana diizinkan ketika dikonsumsi dengan suatu makanan yang kompleks.
Reduksi berat badan dan olahraga adalah perawatan-perawatan penting untuk diabetes. Reduksi berat badan dan olahraga meningkatkan kepekaan tubuh terhadap insulin, jadi membantu mengontrol kenaikan-kenaikan gula darah.
Obat-obatan untuk Diabetes Tipe 2
Peringatan: Semua informasi dibawah berlaku pada pasien-pasien yang tidak hamil atau menyusui. Pada waktu sekarang satu-satunya jalan yang direkomendasikan untuk mengontrol diabetes pada wanita-wanita hamil atau menyusui adalah dengan diet (makanan), latihan (olahraga) dan terapi insulin. Anda harus berbicara dengan dokter anda jika anda sedang minum obat-obat ini dan sedang mempertimbangkan untuk hamil atau jika anda telah menjadi hamil ketika meminum obat-obat ini.
Berdasarkan pada apa yang telah diketahui, obat-obat untuk diabetes tipe 2 didisain pada:
- Meningkatkan pengeluaran insulin oleh pankreas.
- Mengurangi jumlah glukosa yang dilepas dari hati/liver.
- Meningkatkan kepekaan (respon) dari sel-sel terhadap insulin.
- Mengurangi penyerapan karbohidrat dari usus.
- Pengosongan yang perlahan dari lambung/perut untuk memperlambat presentasi dari karbohidrat untuk pencernaan dan penyerapan didalam usus kecil.
Ketika memilih terapi untuk diabetes tipe 2, pertimbangan harus diberikan pada:
- Besarnya perubahan pada kontrol gula darah yang akan disediakan oleh setiap obat.
- Kondisi-kondisi medis yang hidup bersama lainnya (tekanan darah tinggi, kolesterol yang tinggi dan lain-lainnya).
- Efek-efek yang kurang baik dari terapi.
- Kontraindikasi-kontraindikasi pada terapi.
- Persoalan-persoalan yang dapat mempengaruhi pemenuhan (pemilihan waktu dari obat, frekwensi dari dosis).
- Biaya pada pasien dan sistim pelayanan kesehatan.
Adalah sangat penting untuk mengingat bahwa jika suatu obat dapat menyediakan lebih dari satu keuntungan (gula darah lebih rendah dan mempunyai suatu efek yang menguntungkan pada kolesterol, sebagai contoh), itu harus lebih diutamakan. Juga sangat penting untuk mempertimbangkan bahwa biaya dari terapi obat adalah relatif kecil dibandingkan dengan biaya untuk memanage komplikasi-komplikasi jangka panjang yang berhubungan dengan diabetes yang terkontrol dengan kurang baik.
Membuat variasi kombinasi-kombinasi dari obat-obat juga digunakan untuk mengoreksi tingkat-tingkat gula darah yang naik secara abnormal pada diabetes. Ketika daftar obat-obat berlanjut pada perluasan, opsi-opsi perawatan untuk diabetes tipe 2 dapat disesuaikan lebih baik untuk memenuhi suatu kebutuhan individu-individu. Tidak setiap pasien diabetes tipe 2 akan mendapat manfaat dari setiap obat, dan tidak setiap obat cocok untuk setiap pasien. Pasien-pasien diabetes tipe 2 harus bekerja sama secara erat dengan dokter-dokter mereka untuk mencapai suatu pendekatan yang menyediakan manfaat-manfaat terbesar dengan mengecilkan risiko-srisiko.
Pasien-pasien diabetes harus tidak pernah lupa pentingnya dari diet dan olahraga. Kontrol diabetes mulai dengan suatu gaya hidup yang sehat tidak peduli obat-obat apa yang sedang digunakan.
Obat-Obat yang mengurangi pengeluaran Insulin oleh Pankreas
Sulfonylureas
Menurut sejarah, peningkatan pengeluaran insulin oleh pankreas sudah menjadi area utama yang ditargetkan oleh obat-obat yang digunaka untuk merawat diabetes tipe 2. Obat-obat yang meningkatkan pengeluaran insulin termasuk pada suatu kelompok dari obat-obat yang disebut sulfonylureas. Sulfonylureas utamnya menurunkan tingkat-tingkat glukosa darah dengan meningkatkan pelepasan insulin dari pankreas. Generasi-generasi tua dari obat ini termasuk chlorpropamide dan tolbutamide, dimana obat-obat yang lebih baru termasuk glyburide (DiaBeta), glipizide (Glucotrol), dan glimepiride (Amaryl). Obat-obat ini efektif dalam menurunkan gula darah secara cepat namun mempunyai risiko menyebabkan hypoglycemia (tingkat-tingkat gula darah yang abnormal rendah dan berbahaya). Sebagai tambahan, mereka adalah obat-obat yang mengandung sulfa dan harus dihindari oleh pasien-pasien yang alergi terhadap sulfa .
Meglitinides - repaglinide (Prandin) dan nateglinide (Starlix)
Kelompok dari obat-obat yang dikenal sebagai meglitinides adalah relatif baru. Meglitinides juga bekerja pada pankreas untuk mempromosikan pengeluaran insulin. Tidak seperti sulfonylureas yang mengikat pada reseptor-reseptor pada sel-sel yang memproduksi insulin, meglitinides bekerja melalui suatu kanal yang berbasis potassium yang terpisah pada permukaan sel. Tidak seperti sulfonylureas yang berlangsung lebih lama didalam tubuh, repaglinide (Prandin) dan nateglinide (Starlix) bekerjanya sangat singkat, dengan efek-efek puncaknya didalam satu jam. Untuk sebab ini, mereka diberikan sampai tiga kali per hari tepat sebelum makan. Karena obat-obat ini juga meningkatkan tingka-tingkat insulin yang bersirkulasi, mereka dapat menyebabkan hypoglycemia, namun literatur menyarankan ini kurang sering dari pada hypoglycemia yang terlihat dengan sulfonylureas.
Prandin
Pada suatu studi selama tiga bulan, repaglinide (Prandin) menurunkan nilai-nilai glukosa darah puasa sebesar 61 mg/dL dan nilai-nilai glukosa darah setelah makan sebesar 100 mg/dL. Karena Prandin bekerjanya singkat dan diberikan sebelum makan, itu terutama menguntungkan dalam menurunkan glukosa darah setelah makan dan tidak cenderung untuk menurunkan tingkat-tingkat glukosa puasa pada tingkat yang sama. Prandin telah digunakan dalam kombinasi dengan obat-obat lain, seperti metformin (Glucophage), dengan hasil-hasil yang mengesankan. Pada 83 pasien-pasien diabetes tipe 2, kontrol gula darah bertambah baik secara signifikan dengan penambahan Prandin pada Glucophage.
Prandin berinteraksi dengan obat-obat lain. Oleh karenanya, dokter harus sadar pada semua obat-obat lain yang sedang diminum oleh seorang pasien sebelum meresepkan Prandin. Dosis permulaan yang umum adalah 0.5mg sebelum setiap makan dan dapat ditingkatkan sampai 4mg. Dosis harian maksimum adalah 16mg. Prandin digunakan secara hati-hati pada orang-orang dengan kelainan-kelainan ginjal atau hati. Karena Prandin meningkatkan tingkat-tingkat insulin, ia mempunyai risiko yang menyebabkan gula-gula darah yang rendahnya abnormal. Gula-gula darah yang menetap rendah sekali dapat berakibat pada berkeringat, gemetar, bingung, dan dapat menjurus pada koma dan seizure. Sebagai tambahan, penggunaan dari Prandin telah dihubungkan dengan sakit kepala, sakit otot dan persendian, bersamaan dengan infeksi-infeksi sinus pada beberpa individu-individu. Obat ini jangan digunakan pada ibu-ibu yang hamil atau menyusui. Dosisnya mungkin perlu disesuaikan pada orang-orang tua, karena mereka mungkin memetabolisme (mengeliminasi) obat-obat pada tingkat yang lebih perlahan.
Starlix
Nateglinide (Starlix) pada dasarnya mempunyai profil efek-efek sampingan dan interaksi-interaksi yang sama seperti Prandin. Manfaat utama dari Starlix adalah bahwa dosis permulaan dari 120mg tidak perlu disesuaikan keatas, namun agak tetap konstan. Obat-obat ini juga relatif aman untuk digunakan pada orang-orang dengan fungsi ginjal yang terganggu.
Hemochromatosis
Definisi Hemochromatosis Keturunan
Hemochromatosis keturunan adalah penyakit genetik yang diturunkan dimana ada akumulasi besi yang berlebihan dalam tubuh (beban besi yang berlebihan). Ia adalah suatu kelainan genetik yang umum diantara bangsa kulit putih (Caucasians) di Amerika, mempengaruhi kira-kira satu diantara 240 sampai 300 Caucasians. Individu-individu yang menderita hemochromatosis keturunan mungkin tidak mempunyai gejala-gejala atau tanda-tanda (dan mempunyai usia lanjut yang normal), atau mereka dapat mempunyai gejala-gejala dan tanda-tanda yang berat dari kelebihan beban besi yang termasuk disfungsi seksual, gagal jantung, sakit-sakit sendi, sirosis hati, diabetes mellitus, kelelahan, dan penggelapan kulit.
Kandungan besi yang normal dari tubuh adalah tiga sampai empat gram. Jumlah total dari besi dalam tubuh dikontrol secara hati-hati. Tubuh kehilangan satu mg besi setiap hari dari keringat dan sel-sel yang dikucurkan dari kulit dan lapisan dalam usus-usus. Wanita-wanita juga kehilangan satu mg besi setiap hari dari menstruasi. Pada dewasa-dewasa yang normal usus-usus menyerap satu mg besi setiap hari dari makanan untuk menggantikan besi yang hilang, dan oleh karenanya, tidak ada akumulasi yang berlebihan dari besi dalam tubuh. Ketika kehilangan-kehilangan besi lebih besar, lebih banyak besi diserap dari makanan.
Pada individu-individu dengan hemochromatosis keturunan, penyerapan besi harian dari usus-usus adalah lebih besar daripada jumlah yang diperlukan untuk menggantikan kehilangan-kehilangan. Karena tubuh yang normal tidak dapat meningkatkan pengeluaran besi, besi yang terserap berakumulasi dalam tubuh. Pada angka akumualsi besi ini, seseorang dengan hemochromatosis dapat mengakumulasi 20 gram dari total besi tubuh pada umur 40 sampai 50 tahun. Besi yang berlebihan mengendap pada sendi-sendi, hati, buah-buah pelir, dan jantung, yang menyebabkan kerusakan pada organ-organ ini, dan menyebabkan tanda-tanda dan gejala-gejala hemochromatosis. Wanita-wanita dengan hemochromatosis mengakumulasi besi pada suatu kecepatan yang lebih perlahan daripada pria-pria karena mereka menghilangkan lebih banyak besi daripada pria-pria yang disebabkan oleh kehilangan besi dari menstruasi dan menyusui. Oleh karenanya, mereka secara khas mengembangkan tanda-tanda dan gejala-gejala dari kerusakan organ yang disebabkan kelebihan besi 10 tahun lebih telat daripada pria-pria.
Cara Hemochromatosis Keturunan Diturunkan (diwariskan)
Hemochromatosis keturunan adalah suatu kelainan autosomal recessive, yang berarti suatu individu mepunyai kemungkinan mengembangkan kelebihan besi hanya jika ia mewarisi gen-gen abnormal dari kedua otangtuanya. (Suatu kelainan autosomal recessive adalah berbeda dari kelainan autosomal dominant dimana individu-individu dapat mengembangkan penyakit dengan mewarisi suatu kromosom abnormal dari hanya satu otangtua saja).
Tubuh manusia terdiri dari triliunan sel-sel. Didalam inti bagian dalam (nucleus) dari setiap sel adalah kromosom-kromosom. Setiap sel manusia mempunyai dua set dari 23 kromosom-kromosom (total 46 kromosom-kromosom). Setiap set diturunkan dari satu orangtua. Kromosom-kromosom mengandung DNA yang membawa gen-gen yang mengatur seluruh fungsi-fungsi tubuh termasuk metabolisme sel, penampilan, tinggi, kepandaian, warna rambut dan mata, dan ciri-ciri fisik lainnya. Kerusakan-kerusakan pada DNA (juga disebut mutasi-mutasi) diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya, dan adakalanya dapat menyebabkan penyakit-penyakit.
Terutama ada dua mutasi-mutasi yang berkaitan dengan hemochromatosis keturunan; C282Y dan H63D. Angka-angka 282 dan 63 menunjuk pada lokasi dari kerusakan pada gen HFE yang erlokasi pada kromosom nomor 6. Seorang individu yang mewarisi dua mutasi C282Y (satu dari setiap orangtua) disebut C282Y homozygotes, dan ia mempunyai suatu kesempatan yang signifikan mengembangkan hemochromatosis. Faktanya, C282Y homozygotes bertanggung jawab untuk 95% dari kasus-kasus hemochromatosis keturunan. Pasien-pasien yang mewarisi satu mutasi C282Y dari satu orangtua dan mutasi lain H63D dari orangtua lainnya disebut compound heterozygotes. Mereka bertanggung jawab untuk tiga persen lainnya dari kasus-kasus hemochromatosis keturunan.
Gejala-Gejala Dan Tanda-Tanda Hemochromatosis
Pasien-pasien dengan hemochromatosis awal tidak mempunyai gejala-gejala dan tidak sadar atas kondisinya. Penyakit ini mungkin kemudian terungkap ketika tingkat-tingkat darah besi yang meningkat tercatat oleh tes darah rutin. Pada pria-pria, gejala-gejala mungkin tidak tampak hingga berumur 40-50 tahun. Endapan-endapan besi pada kulit menyebabkan penggelapan kulit. Karena perempuan-perempuan kehilangan besi melalui kehilangan darah menstrual, mereka mengembangkan kerusakan organ dari akumulasi besi 15 sampai 20 tahun lebih telat daripada pria-pria pada rata-ratanya.
Endapan-endapan besi pada kelenjar pituitari dan buah-buah pelir menyebabkan penyusutan dari buah-buah pelir dan impoten. Endapan-endapan besi pada pankreas menyebabkan suatu pengurangan produksi insulin yang berakibat pada diabetes mellitus. Endapan-endapan besi pada otot jantung dapat menyebabkan gagal jantung begitu juga ritme jantung yang abnormal (aritmia jantung). Akumulasi besi dalam hati menyebabkan luka parut hati (sirosis) dan suatu peningkatan risiko mengembangkan kanker hati.
Mendiagnosis Hemochromatosis
Kebanyakan pasien-pasien dengan hemochromatosis didiagnosis awal dan tidak mempunyai gejala-gejala. Hemochromatosis mereka ditemukan ketika tingkat-tingkat besi dalam darah yang ditemukan sebagai bagian dari tes darah rutin; atau ketika tingkat-tingkat besi diukur seperti dalam studi-studi penyaringan pada anggota-anggota keluarga dengan hemochromatosis yang diturunkan. Beberapa pasien-pasien didiagnosis mempunyai hemochromatosis ketika dokter-dokter mereka melakukan tingkat-tingkat besi darah sebagai bagian dari evaluasi kenaikan-kenaikan yang abnormal dalam tingkat-tingkat darah dari enzim-enzim hati AST/SGOT dan ALT/SGPT.
Tes-Tes Darah Besi
Ada beberapa tes-tes darah yang mencerminkan jumlah besi dalam tubuh; tingkat ferritin, tingkat besi, total iron binding capacity (TIBC), dan transferrin saturation.
Ferritin adalah suatu protein darah yang tingkat-tingkatnya berkorelasi dengan jumlah besi yang disimpan dalam tubuh. Tingkat-tingkat ferritin darah biasanya adalah rendah pada pasien-pasien dengan anemia yang kekurangan besi, dan adalah tinggi pada pasien-pasien dengan hemochromatosis dan kondisi-kondisi lain yang menyebabkan suatu peningkatan tingkat-tingkat besi darah. Karena ferritin juga dapat meningkat pada infeksi-infeksi tertentu seperti hepatitis virus dan kondisi-kondisi peradangan lain dalam tubuh, suatu kenaikan tingkat ferritin sendiri adalah tidak cukup untuk mendiagnosis hemochromatosis secara akurat.
Serum besi, TIBC, dan transferrin saturation seringkali dilaksanakan bersamaan. Serum besi adalah pengukuran jumlah besi dalam serum (bagian cairan dari darah). TIBC adalah suatu pengukuran jumlah total besi yang dapat dibawa dalam serum oleh transferrin, suatu protein yang membawa besi dalam serum dari satu bagian tubuh ke bagian tubuh lainnya. Transferrin saturation (kejenuhan transferrin) adalah suatu jumlah yang dihitung dengan membagi serum besi oleh TIBC — ia adalah suatu angka yang mencerminkan berapa besar persentase dari transferrin yang sedang dipakai untuk mentransport (mengangkut) besi. Pada individu-individu sehat transferrin saturation adalah antara 20 dan 50 persen. Pada pasien-pasien dengan anemia kekurangan besi, serum besi dan transferrin saturation adalah rendahnya abnormal; dan pada pasien-pasien dengan hemochomatosis keturunan serum besi dan transferrin saturation adalah tingginya abnormal.
Karena serum besi dapat meningkat dengan makan dan dapat berfluktuasi selama seharian, pengukuran-pengukuran serum besi harus dilakukan waktu puasa, biasanya pagi hari sebelum makan pagi.
Biopsi Hati
Tes yang paling akurat untuk mendiagnosis hemochromatosis adalah pengukuran kandungan besi dari jaringan hati yang diperoleh dengan suatu biopsi. Suatu biopsi hati melibatkan pengangkatan dari suatu contoh jaringan hati untuk analisa dan biasanya dilaksanakan dengan sebuah jarum dibawah pembiusan lokal. Setelah membuat kulit dan jaringan-jaringan dibawahnya mati rasa, dokter memasukan jarum kedalam hati melalui sangkar tulang rusuk kanan bagian bawah, adakalanya dibawah bimbingan dari ultrasound. Jaringan yang diperoleh dengan jarum dipelajari dibawah sebuah mikroskop untuk tanda-tanda penyakit hati aktif, fibrosis dan sirosis (luka parut permanen), dan kandungan besi (biasanya meningkat secara signifikan pada hemochromatosis).
Biopsi hati juga mempunyai nilai prognosis karena ia menentukan apakah pasien telah menderita sirosis yang telah lanjut yang tidak dapat diubah. Pasien-pasien dengan hemochromatosis namun dengan suatu biopsi hati yang normal mempunyai umur panjang yang serupa dengan dewasa-dewasa sehat lainnya jika dirawat dengan memadai, dimana pasien-pasien dengan sirosis sebagai akibat dari suatu hemochromatosis mempunyai umur panjang yang dikurangi secara signifikan. Lebih jauh, risiko-risiko pasien-pasien sirosis mengembangkan kanker hati (hepatocellular carcinoma) adalah jauh lebih tinggi dibandingkan dengan subyek-subyek normal bahkan dengan perawatan yang memadai dari kelebihan beban besi dengan phlebotomy (lihat bawah).
Tes-Tes Genetik
Gen-gen untuk hemochromatosis keturunan diidentifikasikan pada tahun 1996. Gen-gen dirujuk sebagai gen-gen HFE. Hemochromatosis keturunan dikaitkan pada kebanyakan pasien-pasien dengan dua mutasi-mutasi dari gen-gen HFE; C282Y dan H63D.
Suatu C282Y homozygote adalah seseorang yang telah mewarisi satu gen C282Y yang telah bermutasi dari setiap orangtua. Suatu C282Y homozygote dipertimbangkan berisiko mengembangkan kelebihan beban besi. Faktanya, C282Y homozygotes bertanggung jawab untuk 95% dari seluruh hemochromatosis keturunan. Sebaliknya, tidak setiap C282Y homozygote mengembangkan kelebihan beban besi. Studi-studi telah menunjukan bahwa suatu perkiraan 50% dari C282Y homozygotes mungkin tidak mengembangkan kelebihan beban besi atau komplikasi-komplikasinya.
Suatu C282Y/H63D compound heterozygote adalah seseorang yang telah mewarisi satu gen C282Y yang telah bermutasi dari satu orangtua dan suatu gen H63D yang telah bermutasi kedua dari orangtua lainnya. Kebanyakan compound heterozygotes mempunyai tingkat-tingkat besi yang normal meskipun beberapa dapat mengembangkan kelebihan beban besi yang ringan sampai sedang.
Suatu C282Y heterozygote adalah seseorang yang telah mewarisi satu gen C282Y yang telah bermutasi dari satu orangtua namun suatu gen HFE kedua yang normal dari orangtua lainnya. Anak-anak yang lahir dari dua C282Y heterozygotes mempunyai suatu kesempatan sebesar 25% menjadi suatu C282Y homozygote dan, oleh karenanya, akan berisiko mengembangkan hemochromatosis. Suatu C282Y heterozygote tidak mengembangkan kelebihan beban besi (iron overload).
Suatu algoritmus untuk mendiagnosis hemochromatosis keturunan adalah sebagai berikut:
- Dewasa-dewasa yang dicurigai menderita hemochromatosis keturunan (contohnya, dewasa, saudara-saudara derajat satu dari seorang pasien dengan hemochromatosis keturunan) diperlakuan pada pengukuran-pengukuran dari serum besi yang berpuasa, TIBC, transferrin saturation dan ferritin.
- Pasein-pasien dengan serum besi, ferritin, yang meningkat dan transferrin saturation yang lebih besar dari 45% diperlakukan pada tes genetik.
- Pasien-pasien dengan transferrin saturation lebih besar dari 45% yang adalah C282Y homozygotes mempunyai hemochromatosis dan, oleh karenanya, harus dirawat dengan therapeutic phlebotomy (lihat bawah).
Siapa Harus Menjalani Biopsi Hati ?
Tidak semua pasien-pasien dengan hemochromatosis perlu menjalankan biopsi hati. Tujuan biopsi hati adalah untuk mengidentifikasi pasien-pasien dengan sirosis dan untuk meniadakan kemungkinan penyakit-penyakit hati lainnya. (Pasien-pasien dengan hemochromatosis dan sirosis berada pada risiko komplikasi-komplikasi yang meningkat, terutama kanker hati).
Pasien-pasien muda (kurang dari umur 40 tahun) yang adalah C282Y homozygotes dengan tingkat-tingkat darah hati yang normal dan tingkat-tingkat serum ferritin kurang dari 1000 ng/ml mempunyai suatu risiko yang sangat rendah mendapat sirosis hati. Oleh karenanya, pasien-pasien ini dapat dirawat dengan therapeutic phlebotomy tanpa suatu biopsi hati. Prognosis mereka adalah sangat baik dengan perawatan yang memadai.
Pasien-pasien yang lebih tua (lebih tua dari umur 40 tahun) yang mempunyai tingkat-tingkat serum ferritin lebih besar dari 1000 ng/ml, dan mempunyai tingkat-tingkat darah hati yang naiknya abnormal mungkin telah mengembangkan sirosis. Dokter-dokter mungkin merekomdasikan biopsi-biopsi hati pada pasien-pasien ini dengan syarat bahwa itu adalah aman untuk mereka menjalani biopsi hati.
Merawat Hemochromatosis
Perawatan yang paling efektif untuk hemochromatosis adalah mengurangi besi dalam tubuh dengan phlebotomy (mengambil darah dari vena-vena lengan tangan). Satu unit darah, yang mengandung 250 mg besi, biasanya diambil setiap satu sampai dua minggu. Serum ferritin dan transferrin saturation diperiksa setiap dua sampai tiga bulan. Sekali tingkat-tingkat ferritin berada dibawah 50 ng/ml dan transferrin saturations berada dibawah 50%, frekwensi phlebotomy-phlebotomy dikurangi ke setiap dua sampai tiga bulan. Ketika hemochromatosis didiagnosis dini dan dirawat secara efektif, kerusakan pada hati, jantung, buah-buah pelir, pankreas dan sendi-sendi dapat dicegah sepenuhnya, dan pasien-pasien mempertahankan kesehatan yang normal. Pada pasien-pasien dengan sirosis yang telah ditegakkan, perawatan efektif dapat memperbaiki fungsi jantung, warna kulit, dan diabetes; bagaimanapun, sirosis tidak dapat diubah dan risiko mengembangkan kanker hati tetap ada.
Manfaat-manfaat dari terapi phlebotomy pada hemochromatosis adalah sebagai berikut:
- Ia mencegah perkembangan sirosis hati dan kanker hati jika penyakitnya ditemukan dan dirawat dini.
- Ia memperbaiki fungsi hati sebagian pada pasien-pasien yang telah mengembangkan sirosis yang telah lanjut.
- Ia memperbaiki dan/atau menghilangkan secara penuh gejala-gejala dari kelemahan, sakit/nyeri hati, sakit sendi, dan kelelahan.
- Ia memperbaiki fungsi jantung pada pasien-pasien dengan penyakit jantung yang ringan dan dini.
Rekomendasi-Rekomendasi Diet Pada Hemochromatosis
- Suatu keseimbagan diet yang normal direkomendasikan tanpa menghindarkan makanan-makanan yang mengandung besi dengan syarat pasien-pasien sedang menjalani terapi phlebotomy yang efektif.
- Alkohol harus dihindari karena konsumsi alkohol meningkatkan risiko mengembangkan sirosis dan kanker hati.
- Konsumsi dosis-dosis tinggi vitamin C pada pasien-pasien dengan kelebihan beban besi mungkin menjurus pada ritme-ritme jantung abnormal (aritmia jantung) yang fatal. Oleh karenanya, adalah masuk akal untuk menghindari suplemen-suplemen vitamin C hingga pasien-pasien dirawat secara memadai.
- Makanan-makanan seafood mentah harus dihindari karena pasien-pasien dengan hemochromatosis berada pada risiko memperoleh infeksi-infeksi bakteri yang tumbuh dengan subur pada lingkungan yang kaya besi.
Rekomendasi-Rekomendasi Penyaringan (Screening) Untuk Kanker Hati Pada Hemochrmatosis
Kanker-kanker hati (hepatoma atau kanker hepatocellular) terutama terjadi pada pasien-pasien dengan sirosis. Oleh karenanya, pasien-pasien dengan hemochromatosis dan sirosis harus mendapatkan pemeriksaan-pemeriksaan ultrasound perut dan tes-tes darah untuk alpha-fetal protein (suatu protein yang dihasilkan oleh kanker hati) setiap enam bulan.
Penyakit Genetik
Selaput Sel Darah
Merah /
Hereditary Spherocytosis
Definisi Hereditary spherocytosis
Hereditary spherocytosis (HS): Suatu penyakit genetik dari selaput (membrane) sel darah merah yang secara klinis dikarakteristikan oleh anemia, jaundice (penyakit kuning) dan splenomegaly (pembesaran limpa).
Pada HS sel-sel merah adalah lebih kecil, lebih bulat, dan lebih mudah rusak daripada yang normal. Sel-sel merah ini mempunyai suatu bentuk yang berbentuk bola daripada berbentuk lempeng cekung ganda (biconcave-disk shape) dari sel-sel merah yang normal. Sel-sel merah yang gemuk bulat ini (spherocytes) adalah secara osmotik mudah rusak dan kurang fleksibel daripada sel-sel merah normal dan cenderung untuk menyangkut pada pembuluh darah yang sempit, terutama di limpa, dan disana mereka pecah (hemolyze) menjurus pada hemolytic anemia.
Penyumbatan limpa dengan sel-sel merah hampir tanpa kecuali menyebabkan pembesaran limpa (splenomegaly). Pemecahan sel-sel merah melepaskan hemoglobin dan bagian heme memberikan kenaikkan pada bilirubin, pigment dari jaundice. Kelebihan bilirubin menjurus pada pembentukan batu-batu empedu (gallstones), bahkan pada masa kanak-kanak. Seringkali juga ada kelebihan beban dari zat besi (iron) yang disebabkan oleh penghancuran yang berlebihan sel-sel merah yang kaya zat besi.
Hereditary spherocytosis adalah paling umum pada orang-orang keturunan Eropa utara. Ia seringkali timbul pada masa kecil atau awal masa kanak-kanak, menyebabkan anemia dan jaundice. Sumsum tulang harus bekerja ekstra keras untuk membuat lebih banyak sel-sel merah. Jadi, jika dalam perjalanan suatu penyakit virus yang biasa, sumsum tulang berhenti membuat sel-sel merah, anemia dapat dengan cepat menjadi berat (amat sangat besar). Ini diistilahkan sebagai suatu krisis aplastik (aplastic crisis).
Studi-studi laboratorium menunjukan bukti tidak hanya banyaknya spherocytes namun juga jumlah-jumlah yang meningkat dari reticulocytes (sel-sel darah merah yang muda), hyperbilirubinemia (tingkat-tingkat darah yang meningkat dari pigment bilirubin yang membuat kuning karena pemecahan dari sel-sel merah) dan kerusakan osmotik yang mudah dari sel-sel merah yang meningkat.
HS disebabkan oleh suatu kekurangan dari suatu protein yang disebut ankyrin. Ankyrins adalah protein-protein selaput sel (diperkirakan saling menghubungkan secara integral protein-protein dengan kerangka selaput yang berdasarkan spectrin). Ankyrin dari sel-sel darah merah (erythrocytic ankyrin) disebut ankyrin-R atau ankyrin-1. Ia direpresentasikan oleh simbol ANK1.
Gen-gen HS yang untuk ANK1 telah dipetakan pada kromosom 8 dan, secara khusus, pada chromosome band 8p11.2. HS diwariskan sebagai suatu ciri yang dominan, jadi jika seseorang dengan HS reproduksi, anak-anak mereka (tidak peduli apakah ia seorang anak laki atau anak perempuan) mempunyai suatu kemungkinan sebesar 50:50 mendapat HS.
Perawatan dari hereditary spherocytosis adalah mengangkat limpa (splenectomy). Meskipun kerusakan sel merah tetap berlaku, pemecahan dari sel-sel merah (hemolysis) berhenti. Splenectomy, bagaimanapun, adalah suatu bahaya/risiko pada anak-anak muda. Anak-anak muda tanpa suatu limpa berada pada risiko yang meningkat untuk sepsis yang berlimpahan (infeksi aliran darah), terutama dengan bakteri-bakteri pneumococcus. Splenectomy oleh karenanya biasanya ditunda sebisa mungkin sampai berumur 3 tahun. Sebelum mendapat suatu splenectomy, siapa saja dengan HS harus mendapat vaksin pneumococcal. Orang-orang dengan HS (atau penyebab lain dari hemolysis berkelanjutan yang cepat) harus meminum supplemen asam folik (folic acid).
Prognosis (ramalan/harapan) setelah splenectomy adalah untuk suatu kehidupan yang normal dan suatu harapan kehidupan normal.
HS juga dikenal sebagai penyakit kuning hemolitik sejak lahir (congenital hemolytic jaundice), spherocytosis tidak khas yang berat (severe atypical spherocytosis), spherocytosis type II, kekurangan ankyrin, kekurangan erythrocyte ankyrin, kekurangan ankyrin-R, dan kekurangan ankyrin1.
Kanker Darah (Leukemia)
Definisi Leukemia
Leukemia adalah suatu tipe dari kanker. Kanker adalah suatu kelompok dari banyak penyakit-penyakit yang berhubungan. Semua kanker-kanker mulai di sel-sel, yang membentuk darah dan jaringan-jaringan lain. Secara normal, sel-sel tumbuh dan membelah untuk membentuk sel-sel baru ketika tubuh membutuhkan mereka. Ketika sel-sel tumbuh menjadi tua, mereka mati, dan sel-sel baru mengambil tempat mereka.
Adakalanya proses yang teratur ini berjalan salah. Sel-sel baru terbentuk ketika tubuh tidak memerlukan mereka, dan sel-sel tua tidak mati ketika mereka seharusnya mati. Leukemia adalah kanker yang mulai di sel-sel darah.
Sel-Sel Darah Normal
Sel-sel darah terbentuk di sumsum tulang (bone marrow). Sumsum tulang adalah material yang lunak dipusat dari kebanyakan tulang-tulang.
Sel-sel darah yang belum menjadi dewasa (matang) disebut sel-sel induk (stem cells) dan blasts. Kebanyakan sel-sel darah menjadi dewasa didalam sumsum tulang dan kemudian bergerak kedalam pembuluh-pembuluh darah. Darah yang mengalir melalui pembuluh-pembuluh darah dan jantung disebut peripheral blood.
Sumsum tulang membuat tipe-tipe yang berbeda dari sel-sel darah. Setiap tipe mempunyai suatu fungsi yang khusus:
- Sel-sel darah putih membantu melawan infeksi.
- Sel-sel darah merah mengangkut oksigen ke jaringan-jaringan diseluruh tubuh.
- Platelet-platelet membantu membentuk bekuan-bekuan (gumpalan-gumpalan) darah yang mengontrol perdarahan.
Sel-Sel Leukemia
Pada orang-orang dengan leukemia, sumsum tulang menghasilkan sel-sel darah putih yang abnormal. Sel-sel yang abnormal adalah sel-sel leukemia. Pertama, sel-sel leukemia berfungsi hampir secara normal. Pada waktunya, mereka mungkin mendesak sel-sel darah putih, sel-sel darah merah, dan platelet-platelet yang normal. Ini membuat darah berat untuk mengerjakan pekerjaannya.
Tipe-Tipe Leukemia
Tipe-tipe leukemia dikelompokan oleh berapa cepatnya penyakit berkembang dan memburuk. Leukemia adalah salah satu dari yang kronis (memburuk secara perlahan) atau yang akut (memburuk secara cepat):
- Leukemia Kronis—Pada awal penyakit, sel-sel darah yang abnormal masih dapat mengerjakan pekerjaan mereka, dan orang-orang dengan leukemia kronis mungkin tidak mempunyai gejala-gejala apa saja. Secara perlahan, leukemia kronis memburuk. Ia menyebabkan gejala-gejala ketika jumlah sel-sel leukemia didalam darah meningkat.
- Leukemia Akut—Sel-sel darah adalah sangat abnormal. Mereka tidak dapat mengerjakan pekerjaan normal mereka. Jumlah sel-sel abnormal meningkat secara cepat. Leukemia akut memburuk secara cepat.
Tipe-tipe leukemia juga dikelompokan oleh tipe sel darah putih yang terpengaruh. Leukemia dapat timbul pada sel-sel lymphoid atau sel-sel myeloid. Leukemia yang mempengaruhi sel-sel lymphoid disebut lymphocytic leukemia. Leukemia yangmempengaruhi sel-sel myeloid disebut myeloid leukemia atau myelogenous leukemia.
Ada empat tipe-tipe umum dari leukemia:
- Chronic lymphocytic leukemia (chronic lymphoblastic leukemia, CLL) bertanggung jawab pada kira-kira 7,000 kasus-kasus baru dari leukemia setiap tahun. Paling sering, orang-orang yang terdiagnosis dengan penyakit adalah diatas umur 55 tahun. Ia hampir tidak pernah mempengaruhi anak-anak.
- Chronic myeloid leukemia (chronic myelogenous leukemia, CML) bertanggung jawab pada kira-kira 4,400 kasus-kasus baru dari leukemia setiap tahun. Ia mempengaruhi terutama dewasa-dewasa.
- Acute lymphocytic leukemia (acute lymphoblastic leukemia, ALL) bertanggung jawab pada kira-kira 3,800 kasus-kasus baru dari leukemia setiap tahun. Ini adalah tipe leukemia yang paling umum pada anak-anak yang muda. Ia juga mempengaruhi dewasa-dewasa.
- Acute myeloid leukemia (acute myelogenous leukemia, AML) bertanggung jawab pada kira-kira 10,600 kasus-kasus baru dari leukemia setiap tahun. Ia terjadi pada keduanya dewasa-dewasa dan anak-anak.
Hairy cell leukemia adalah suatu tipe yang jarang dari leukemia kronis. Artiel ini tidak berurusan dengan hairy cell leukemia atau tipe-tipe yang jarang dari leukemia. Bersama-sama, leukemia-leukemia yang jarang ini bertanggung jawab pada kira-kira 5,200 kasus-kasus baru dari leukemia setiap tahun.
Yang Berisiko Untuk Leukemia
Tidak seorangpun mengetahui penyebab-penyebab yang tepat dari leukemia. Dokter-dokter jarang dapat menjelaskan mengapa seseorang mendapat penyakit ini dan yang lainnya tidak. Bagaimanapun, penelitian telah menunjukan bahwa orang-orang dengan faktor-faktor risiko tertentu lebih mungkin daripada yang lain-lain mengembangkan leukemia. Suatu faktor risiko adalah apa saja yang meningkatkan kesempatan seseorang mengembangkan suatu penyakit.
Studi-studi telah menemukan faktor-faktor risiko berikut untuk leukemia:
- Tingkatan-tingkatan radiasi yang sangat tinggi —Orang-orang yang terpapar pada tingkatan-tingkatan radiasi yang sangat tinggi adalah sangat lebih mungkin daripada yang lain-lain untuk mengembangkan leukemia. Tingkat-tingkat radiasi yang sangat tinggi telah disebabkan oleh ledakan-ledakan bom atom (seperti yang di Jepang selama perang dunia kedua) dan kecelakan-kecelakaan bangunan tenaga nuklir (seperti kecelakaan Chernobyl pada tahun 1986). Perawatan medis yang menggunakan radiasi dapat menjadi sumber lain dari paparan tingkat tinggi. Radiasi yang digunakan untuk diagnosis, bagaimanapun, memaparkan orang-orang pada tingkat-tingkat radiasi yang jauh lebih rendah dan tidak dihubungkan pada leukemia.
- Bekerja dengan bahan-bahan kimia tertentu—Paparan pada tingkat-tingkat yang tinggi dari benzene pada tempat kerja dapat menyebabkan leukemia. Benzene digunakan secara luas di industri kimia. Formaldehyde juga digunakan oleh industri kimia. Pekerja-pekerja yang dipaparkan pada formaldehyde juga mungkin berisiko leukemia lebih besar.
- Kemoterapi—Pasien-pasien kanker yang dirawat dengan obat-obat melawan kanker tertentu adakalanya dikemudian hari mengembangkan leukemia. Contohnya, obat-obat yang dikenal sebagai agen-agen alkylating dihubungkan dengan pengembangan leukemia bertahun-tahun kemudian.
- Down syndrome dan penyakit-penyakit genetik tertentu lainnya—Beberapa penyakit-penyakit yang disebabkan oleh kromosom-kromosom abnormal mungkin meningkatkan risiko leukemia.
- Human T-cell leukemia virus-I (HTLV-I)—Virus ini menyebabkan suatu tipe yang jarang dari chronic lymphocytic leukemia dikenal sebagai human T-cell leukemia. Bagaimanapun, leukemia tidak nampak dapat menular.
- Myelodysplastic syndrome—Orang-orang dengan penyakit darah ini berada pada risiko yang meningkat mengembangkan acute myeloid leukemia.
Pada masa lalu, beberapa studi-studi menyarankan paparan pada medan-medan elektromagnet sebagai faktor risiko lain yang mungkin untuk leukemia. Medan-medan elektromagnet adalah suatu tipe dari radiasi bertenaga rendah yang datang dari kabel-kabel listrik dan alat-alat elektris. Bagaimanapun, hasil-hasil dari studi-studi baru-baru ini menunjukan bahwa buktinya adalah lemah untuk medan-medan elektromagnet sebagai suatu faktor risiko.
Kebanyakan orang-orang yang telah mengetahui faktor-faktor risiko tidak mendapat leukemia. Pada sisi lain, banyak yang mendapat penyakit tidak mempunyai satupun dari faktor-faktor risiko ini. Orang-orang yang berpikir mereka mungkin berisiko leukemia harus mendiskusikan kekhwatiran ini dengan dokter mereka. Dokter mungkin menyarankan cara-cara untuk mengurangi risiko dan dapat merencanakan suatu jadwal untuk checkup-checkup yang tepat.
Gejala-Gejala Leukemia
Seperti semua sel-sel darah, sel-sel leukemia berjalan keseluruh tubuh. Tergantung pada jumlah sel-sel abnormal dan dimana sel-sel ini berkumpul, pasien-pasien dengan leukemia mungkin mempunyai sejumlah gejala-gejala.
Gejala-gejala umum dari leukemia:
- Demam-demam atau keringat-keringat waktu malam
- Infeksi-infeksi yang seringkali
- Perasaan lemah atau lelah
- Sakit kepala
- Perdarahan dan mudah memar (gusi-gusi yang berdarah, tanda-tanda keungu-unguan pada kulit, atau titik-titik merah yang kecil dibawah kulit)
- Nyeri pada tulang-tulang atau persendian-persendian
- Pembengkakan atau ketidakenakan pada perut (dari suatu pembesaran limpa)
- Pembengkakan nodus-nodus getah bening, terutama pada leher atau ketiak
- Kehilangan berat badan
Gejala-gejala semacam ini bukanlah tanda-tanda yang pasti dari leukemia. Suatu infeksi atau persoalan lain juga dapat menyebabkan gejala-gejala ini. Siapa saja dengan gejala-gejala ini harus mengunjungi dokter sesegera mungkin. Hanya seorang dokter dapat mendiagnosa dan merawat persoalannya.
Pada tingkat-tingkat awal dari leukemia kronis, sel-sel leukemia berfungsi hampir secara normal. Gejala-gejala mungkin tidak nampak untuk suatu waktu yang lama. Dokter-dokter seringkali menemukan leukemia kronis sewaktu suatu checkup rutin — sebelum ada gejala-gejala apa saja. Ketika gejala-gejala nampak, mereka umumnya adalah ringan pada permulaan dan memburuk secara berangsur-angsur.
Pada leukemia akut, gejala-gejala nampak dan memburuk secara cepat. Orang-orang dengan penyakit ini pergi ke dokter karena mereka merasa sakit. Gejala-gejala lain dari leukemia akut adalah muntah, bingung, kehilangan kontrol otot, dan serangan-serangan (epilepsi). Sel-sel leukemia juga dapat berkumpul pada buah-buah pelir (testikel) dan menyebabkan pembengkakan. Juga, beberapa pasien-pasien mengembangkan luka-luka pada mata-mata atau pada kulit. Leukemia juga dapat mempengaruhi saluran pencernaan, ginjal-ginjal, paru-paru, atau bagian-bagian lain dari tubuh.
Mendiagnosa Leukemia
Jika seseorang mempunyai gejala-gejala yang menyarankan leukemia, dokter mungkin melakukan suatu pemeriksaan fisik dan menanyakan tentang sejarah medis pribadi pasien dan keluarga. Dokter juga mungkin meminta tes-tes laboratorium, terutama tes-tes darah.
Pemeriksaan-pemeriksaan dan tes-tes mungkin termasuk yang berikut:
- Pemeriksaan Fisik—Dokter memeriksa pembengkakan nodus-nodus getah bening, limpa, dan hati.
- Tes-Tes Darah—Laboratorium memeriksa tingkat sel-sel darah. Leukemia menyebabkan suatu tingkatan sel-sel darah putih yang sangat tinggi. Ia juga menyebabkan tingkatan-tingkatan yang rendah dari platelet-platelet dan hemoglobin, yang ditemukan didalam sel-sel darah merah. Lab juga mungkin memeriksa darah untuk tanda-tanda bahwa leukemia telah mempengaruhi hati dan ginjal-ginjal.
- Biopsi—Dokter mengangkat beberapa sumsum tulang dari tulang pinggul atau tulang besar lainnya. Seorang ahli patologi memeriksa contoh dibahwah sebuah mikroskop. Pengangkatan jaringan untuk mencari sel-sel kanker disebut suatu biopsi. Suatu biopsi adalah cara satu-satunya yang pasti untuk mengetahui apakah sel-sel leukemia ada didalam sumsum tulang. Ada dua cara dokter dapat memperoleh sumsum tulang. Beberapa pasien-pasien akan mempunyai kedua-duanya prosedur:
- Bone marrow aspiration (Penyedotan sumsum tulang): Dokter menggunakan sebuah jarum untuk mengangkat contoh-contoh dari sumsum tulang.
- Bone marrow biopsy (Biopsi Sumsum Tulang): Dokter menggunakan suatu jarum yang sangat tebal untuk mengangkat sepotong kecil dari tulang dan sumsum tulang. Pembiusan lokal membantu membuat pasien-pasien lebih enak.
- Cytogenetics—Lab melihat pada kromosom-kromosom dari sel-sel dari contoh-contoh dari peripheral blood, sumsum tulang, atau nodus-nodus getah bening.
- Spinal tap—Dokter mengangkat beberapa dari cairan cerebrospinal (cairan yang mengisi ruang-ruang di dan sekitar otak dan sumsum tulang belakang). Dokter menggunakan suatu jarum panjang yang kecil untuk mengangkat cairan dari kolom tulang belakang (spinal column). Prosedur memakan waktu kira-kira 30 menit dan dilaksanakan dengan pembiusan lokal. Pasien harus terbaring untuk beberapa jam setelahnya untuk mempertahankannya dari mendapat sakit kepala. Lab memeriksa cairan untuk sel-sel leukemia dan tanda-tanda lain dari persoalan-persoalan.
- Chest x-ray—X-ray dapat mengungkap tanda-tanda dari penyakit di dada.
Merawat Leukemia
Banyak orang-orang dengan leukemia ingin mengambil suatu bagian yang aktif dalam membuat keputusan-keputusan tentang perawatan medis mereka. Mereka ingin belajar semua yang mereka dapat tentang penyakit mereka dan opsi-opsi (pilihan-pilihan) perawatan mereka. Bagaimanapun, kejutan (shock) dan stres setelah suatu diagnosis kanker dapat membuat susah/berat untuk memikirkan semuanya yang ditanyakan kepada dokter. Seringkali membantu untuk membuat suatu daftar dari pertanyaan-pertanyaan sebelum suatu janji temu. Untuk mebantu mengingat apa yang dikatakan dokter, pasien-pasien mungkin mencatat atau bertanya apakah mereka boleh menggunakan suatu alat perekam (tape recorder). Beberapa juga ingin mempunyai seorang anggota keluarga atau teman dengan mereka ketika mereka berbicara pada dokter — mengambil bagian pada diskusi, untuk mencatat, atau hanya mendengarkan.
Dokter mungkin menunjuk pasien-pasien pada dokter-dokter yang mengkhususkan diri dalam merawat leukemia, atau pasien-pasien mungkin meminta suatu referensi. Spesialis-spesialis yang merawat leukemia termasuk ahli hematologi (hematologists), ahli-ahli medis kanker (medical oncologists), dan ahli-ahli radiasi kanker (radiation oncologists). Ahli-ahli kanker anak-anak (Pediatric oncologists) dan ahli-ahli hematologi (hematologists) merawat leukemia masa kanak-kanak.
Kapan saja memungkinkan, pasien-pasien harus dirawat pada suatu pusat medis yang mempunyai dokter-dokter yang berpengalaman dalam merawat leukemia. Jika ini tidak memungkinkan, dokter pasien mungkin mendiskusikan rencana perawatan dengan seorang spesialis pada suatu pusat semacam itu.
Mendapatkan Suatu Opini (Pendapat) Kedua
Adakalanya berguna untuk mendapatkan suatu opini kedua tentang diagnosis dan rencana perawatan. Beberapa perusahaan-perusahaan asuransi memerlukan suatu opini kedua; yang lain-lain mungkin mencakup suatu opini kedua jika pasien atau dokter memerlukannya. Ada sejumlah cara-cara untuk menemukan seorang dokter untuk opini kedua:
- Dokter pasien mungkin mampu untuk menyarankan seorang dokter yang mengkhususkan diri pada leukemia dewasa atau masa kanak-kanak. Pada pusat-pusat kanker, beberapa spesialis-spesialis seringkali bekerja bersama-sama sebagai suatu regu/team.
- Cancer Information Service, dapat memberitahukan pada orang-orang yang menelpon tentang pusat-pusat perawatan yang berdekatan. Suatu masyarakat lokal atau kedokteran negara bagian, suatu rumah sakit yang berdekatan, atau suatu sekolah kedokteran dapat biasanya menyediakan nama-nama dari spesialis-spesialis.
- The American Board of Medical Specialties (ABMS) mempunyai suatu daftar dari dokter-dokter yang telah memenuhi persyaratan-persyaratan pendidikan dan pelatihan tertentu dan telah lulus ujian-ujian khusus. The Official ABMS Directory of Board Certified Medical Specialists membuat daftar nama-nama dokter bersama-sama dengan spesialis mereka dan latar belakang pendidikan mereka. ABMS menawarkan informasi ini di Internet pada http://www.abms.org.
Persiapan Untuk Perawatan
Dokter dapat menggambarkan opsi-opsi perawatan dan mendiskusikan hasil-hasil yang dapat diharapkan dengan setiap opsi perawatan. Dokter dan pasien dapat bekerja sama untuk mengembangkan suatu rencana perawatan yang cocok dengan keperluan-keperluan pasien.
Perawatan tergantung pada sejumlah faktor-faktor, termasuk tipe dari leukemia, umur pasien, apakah sel-sel leukemia hadir dalam cairan cerebrospinal, dan apakah leukemia telah dirawat sebelumnya. Ia juga mungkin tergantung pada ciri-ciri tertentu dari sel-sel leukemia. Dokter juga memasukan kedalam pertimbangan gejala-gejala dan kesehatan umum pasien.
Orang-orang tidak perlu untuk bertanya semua dari pertanyaan-pertanyaannya atau mengerti semua dari jawaban-jawabannya sekaligus. Mereka akan mempunyai kesempatan-kesempatan lain untuk meminta dokter untuk menjelaskan hal-hal yang tidak jelas dan meminta lebih banyak informasi.
Metode-Metode Perawatan
Dokter adalah orang yang terbaik untuk menggambarkan opsi-opsi perawatan dan mendiskusikan hasil-hasil yang diharapkan. Tergantung pada tipe dan luasnya penyakit, pasien-pasien mungkin mempunyai kemoterapi, terapi biologi, terapi radiasi, atau transplantasi sumsum tulang. Jika limpa pasien membesar, dokter mungkin menyarankan operasi untuk mengangkatnya. Beberapa pasien-pasien menerima suatu kombinasi dari perawatan-perawatan.
Orang-orang dengan leukemia akut perlu dirawat segera. Tujuan dari perawatan adalah untuk membawa suatu remisi. Kemudian, ketika tanda-tanda dan gejala-gejala hilang, lebih banyak terapi mungkin diberikan untuk mencegah suatu kekambuhan. Tipe terapi ini disebut terapi pemeliharaan (maintenance therapy). Banyak orang-orang dengan leukemia akut dapat disembuhkan.
Pasien-pasien leukemia kronis yang tidak mempunyai gejala-gejala mungkin tidak memerlukan perawatan yang segera. Dokter mungkin menyarankan menunggu sembari mengamati untuk beberapa pasien-pasien dengan chronic lymphocytic leukemia. Regu perawatan kesehatan akan memonitor kesehatan pasien sehingga perawatan dapat mulai jika gejala-gejala terjadi atau memburuk. Ketika perawatan untuk leukemia kronis diperlukan, ia dapat seringkali mengontrol penyakit dan gejala-gejalanya. Bagaimanapun, leukemia kronis jarang dapat disembuhkan. Pasien-pasien mungkin menerima terapi pemeliharaan (maintenance therapy) untuk membantu mempertahankan kanker pada remisi.
Seorang pasien mungkin ingin berbicara dengan dokter tentang mengambil bagian pada suatu percobaan klinik, suatu studi penelitian dari metode-metode perawatan yang baru.
Sebagai tambahan pada terapi antikanker, orang-orang dengan leukemia mungkin mempunyai perawatan untuk mengontrol nyeri dan gejal-gejala lain dari kanker, untuk menghilangkan efek-efek sampingan dari terapi, atau untuk meringankan persoalan-persoalan emosional. Perawatan macam ini disebut pengendalian gejala (symptom management), perawatan yang mendukung (supportive care), atau perawatan yang meredakan (palliative care).
Kemoterapi
Kebanyakan pasien-pasien dengan leukemia menerima kemoterapi. Tipe perawatan kanker ini menggunakan obat-obat untuk membunuh sel-sel leukemia. Tergantung pada tipe dari leukemia, pasien mungkin menerima suatu obat tunggal atau suatu kombinasi dari dua atau lebih obat-obat.
Orang-orang dengan leukemia mungkin menerima kemoterapi dalam beberapa cara-cara yang berbeda:
- Dengan mulut
- Dengan suntikan langsung kedalam suatu vena (IV atau intravenous)
- Melalui suatu kateter (suatu tabung lentur yang kecil) yang ditempatkan didalam suatu vena besar, seringkali didada bagian atas — Suatu kateter yang berdiam ditempat adalah berguna untuk pasien-pasien yang memerlukan banyak perawatan-perawatan intravena (IV). Pekerja-pekerja perawatan kesehatan menyuntikan obat-obat kedalam kateter, dibanding secara langsung kedalam suatu vena. Metode ini menghindari keperluan untuk banyak suntikan-suntikan, yang dapat menyebabkan ketidakenakan dan melukai vena-vena dan kulit.
- Dengan suntikan secara langsung kedalam cairan cerebrospinal — Jika seorang ahli patologi menemukan sel-sel leukemia didalam cairan yang mengisi ruang-ruang di dan sekitar otak dan sumsum tulang belakang (spinal cord), dokter mungkin memerintahkan kemoterapi intrathecal. Dokter menyuntikan obat-obat secara langsung kedalam cairan cerebrospinal. Metode ini digunakan karena obat-obat yang diberikan dengan suntikan intravena atau dikonsumsi melalui mulut seringkali tidak mencapai sel-sel di otak dan spinal cord. Suatu jaringan dari pembulh-pembuluh darah menyaring darah yang pergi ke otak dan spinal cord. Penghalang darah-otak ini menghentikan obat-obat dari pencapaian ke otak.
Pasien mungkin menerima obat-obat dalam dua cara:
- Suntikan kedalam spine (tulang belakang): Dokter menyuntikan bat-obat kedalam kolom tulang belakang bagian yang lebih bawah.
- Ommaya reservoir: Anak-anak dan beberapa pasien-pasien dewasa menerima kemoterapi intrathecal melalui suatu kateter khusus yang disebut suatu Ommaya reservoir. Dokter menempatkan kateter dibawah kulit kepala. Dokter menyuntikan obat-obat antikanker kedalam kateter. Metode ini menghindari ketidakenakan dari suntikan-suntikan kedalam tulang belakang (spine).
Pasien-pasien menerima kemoterapi dalam siklus-siklus: suatu periode perawatan, kemudian suatu periode pemulihan (recovery), dan kemudian periode perawatan lainnya. Pada beberapa kasus-kasus, pasien mempunyai kemoterapi sebagai seorang pasien luar dari rumah sakit, di tempat praktek dokter, atau dirumah. Bagaimanapun, tergantung pada obat-obat mana yang diberikan, dan kesehatan umum pasien, suatu opname mungkin diperlukan.
Beberapa orang-orang dengan chronic myeloid leukemia menerima suatu tipe perawatan baru yang disebut targeted therapy. Targeted therapy menghalangi produksi dari sel-sel leukemia namun tidak merugikan sel-sel normal. Gleevec, juga disebut STI-571, adalah targeted therapy pertama yang disetujui untuk chronic myeloid leukemia.
Terapi Biologi
Orang-orang dengan beberapa tipe-tipe dari leukemia mempunyai terapi biologi. Tipe perawatan ini memperbaiki pertahanan-pertahanan alami tubuh terhadap kanker. Terapi diberikan dengan suntikan kedalam suatu vena.
Untuk beberapa pasien-pasien dengan chronic lymphocytic leukemia, tipe terapi biologi yang digunakan adalah suatu antibodi monoclonal. Senyawa ini mengikat pada sel-sel leukemia. Terapi ini memungkinkan sistim imun untuk membunuh sel-sel leukemia didalam darah dan sumsum tulang (bone marrow).
Untuk beberapa pasien-pasien dengan chronic myeloid leukemia, terapi biologi adalah suatu senyawa alami yang disebut interferon. Senyawa ini dapat memperlambat pertumbuhan dari sel-sel leukemia.
Terapi Radiasi
Terapi radiasi (juga disebut radiotherapy) menggunakan sinar-sinat bertenaga tinggi untuk membunuh sel-sel leukemia. Untuk kebanyakan pasien-pasien, suatu mesin yang besar mengarahkan radiasi pada limpa, otak, atau bagian-bagian lain dari tubuh dimana sel-sel leukemia telah berkumpul. Beberapa pasien-pasien menerima radiasi yang diarahkan keseluruh tubuh. Penyinaran atau iradiasi seluruh tubuh biasanya diberikan sebelum suatu transplantasi sumsum tulang. Pasien-pasien menerima terapi radiasi di sebuah rumah sakit atau klinik.
Transplantasi Sel Induk (Stem cell transplantation)
Beberapa pasien-pasien dengan leukemia mempunyai transplantasi sel induk. Suatu pencangkokan sel induk mengizinkan seorang pasien dirawat dengan dosis-dosis obat-obat yang tinggi, radiasi, atau kedua-duanya. Dosis-dosis yang tinggi menghancurkan kedua-duanya yaitu sel-sel leukemia dan sel-sel darah normal didalam sumsum tulang. Kemudian, pasien menerima sel-sel induk yang sehat melalui suatu tabung yang lentur yang ditempatkan didalam suatu vena yang besar pada leher atau area dada. Sel-sel darah baru berkembang dari sel-sel induk yang dicangkokan.
Ada beberapa tipe-tipe dari transplantasi sel induk:
- Transplantasi Sumsum Tulang — Sel-sel induk (stem cells) datang dari sumsum tulang (bone marrow).
- Peripheral stem cell transplantation—Sel-sel induk (stem cells) datang dari darah peripheral.
- Umbilical cord blood transplantation—Untuk seorang anak dengan tidak ada donor, dokter mungkin menggunakan sel-sel induk dari darah tali pusar (umbilical cord blood). Darah tali pusar adalah dari seoarng bayi yang baru dilahirkan. Adakalanya darah tali pusar dibekukan untuk penggunaan di kumudian hari.
Sel-sel induk (stem cells) mungkin datang dari pasien atau dari seorang donor:
- Autologous stem cell transplantation—Tipe pencangkokan ini menggunakan sel-sel induk pasien sendiri. Sel-sel induk diambil dari pasien, dan sel-sel mungkin dirawat untuk membasmi sel-sel leukemia apa saja yang hadir. Sel-sel induk dibekukan dan disimpan. Setelah pasien menerima kemoterapi dosis tinggi atau terapi radiasi, sel-sel induk yang disimpan dicairkan dan dikembalikan pada pasien.
- Allogeneic stem cell transplantation—Tipe pencangkokan ini menggunakan sel-sel induk yang sehat dari seorang donor. Saudara laki, saudara perempuan, atau orangtua pasien mungkin adalah donornya. Adakalanya sel-sel induk datang dari seorang donor yang tidak bersaudara. Dokter-dokter menggunakan tes-tes darah untuk memastikan sel-sel donor cocok dengan sel-sel pasien.
- Syngeneic stem cell transplantation—Tipe pencangkokan ini menggunakan sel-sel induk dari saudara kembar identis pasien yang sehat.
Setelah suatu pencangkokan sel induk, pasien-pasien biasanya berdiam dirumah sakit untuk beberapa minggu. Regu perawatan kesehatan melindungi pasien-pasien dari infeksi sampai sel-sel induk yang dicangkokan mulai memproduksi cukup sel-sel darah putih.
Efek-Efek Sampingan Perawatan Leukemia
Karena perawatan kanker mungkin merusak sel-sel dan jaringan-jaringan yang sehat, efek-efek sampingan yang tidak diinginkan adalah umum. Efek-efek sampingan yang spesifik tergantung pada banyak faktor-faktor, termasuk tipe dan luasnya perawatan. Efek-efek sampingan mungkin tidak akan sama untuk setiap orang, dan mereka bahkan berubah dari satu sesi perawatan ke berikutnya. Sebelum perawatan mulai, dokter akan menjelaskan kemungkinan efek-efek sampingan dan menyarankan cara-cara untuk mengendalikan mereka.
Kemoterapi
Efek-efek sampingan dari kemoterapi tergantung terutama pada obat-obat spesifik dan dosisnya. Pada umumnya, obat-onat antikanker mempengaruhi sel-sel yang membelah secara cepat, terutama sel-sel leukemia. Kemoterapi dapat juga mempengaruhi sel-sel lain yang membelah secara cepat:
- Sel-Sel Darah: Sel-sel ini melawan infeksi, membantu darah membeku, dan mengangkut oksigen ke seluruh bagian-bagian dari tubuh. Ketika sel-sel darah terpengaruh, pasien-pasien lebih mungkin mendapat infeksi-infeksi, mungkin mendapat memar atau perdarahan dengan mudah, dan mungkin merasa sangat lemah dan lelah.
- Sel-Sel Pada Akar-Akar Rambut: Kemoterapi dapat menjurus pada kerontokan rambut. Rambut tumbuh kembali, namun rambut baru mungkin sedikit banyaknya berbeda dalam warna dan tekstur.
- Sel-Sel Yang Melapisi Saluran Pencernaan: Kemoterapi dapat menyebabkan luka-luka mulut dan bibir, mual dan muntah, diare, dan nafsu makan yang buruk. Banyak dari efek-efek sampingan ini dapat dikontrol dengan obat-obat.
Beberapa obat-obat antikanker dapat mempengaruhi kesuburan seseorang pasien. Wanita-wanita mungkin mempunyai periode-periode menstrual yang tidak teratur atau periode-periode mungkin berhenti sama sekali. Wanita-wanita mungkin mempunyai gejala-gejala dari menopause, seperti kepanasan dan kekeringan vagina. Pria-pria mungkin berhenti memproduksi sperma. Karena perubahan-perubahan ini mungkin adalah permanen, beberapa pria-pria mempunyai sperma mereka dibekukan dan disimpan sebelum perawatan. Kebanyakan anak-anak yang dirawat untuk leukemia nampaknya mempunyai kesuburan yang normal ketika mereka tumbuh menjadi dewasa. Bagaimanapun, tergantung pada obat-obat dan dosis-dosis yang digunakan dan umur dari pasien, beberapa anak-anak laki dan perempuan mungkin menjadi tidak subur ketika mereka menjadi dewasa.
Karena terapi yang ditargetkan (adakalanya digunakan untuk chronic myeloid leukemia) mempengaruhi hanya sel-sel leukemia, ia menyebabkan lebih sedikit efek-efek sampingan daripada kebanyakan obat-obat antikanker lainnya. Bagaimanapun, Gleevec mungkin menyebabkan pasien-pasien menahan air. Ini mungkin menyebabkan pembengkakan atau kembung.
Terapi Biologi
Efek-efek sampingan dari terapi biologi berbeda dengan tipe-tipe senyawa-senyawa yang digunakan, dan dari pasien ke pasien. Ruam-ruam atau pembengkakan dimana terapi biologi disuntikan adalah umum. Gejala-gejala seperti influensa juga mungkin terjadi. Regu pelayanan kesehatan mungkin memonitor darah untuk tanda-tanda dari anemia dan persoalan-persoalan lain.
Terapi Radiasi
Terapi radiasi mungkin menyebabkan pasien-pasien menjadi sangat lelah ketika perawatan berlanjut. Istirahat adalah penting, namun dokter-dokter biasanya menasehati pasien-pasien untuk mencoba tetap aktif sebisa mereka. Sebagai tambahan, ketika pasien-pasien menerima terapi radiasi, adalah umum untuk kulit mereka menjadi merah, kering, dan peka pada area yang dirawat. Efek-efek sampingan lain tergantung pada area tubuh yang dirawat. Jika kemoterapi diberikan pada saat yang bersamaan, efek-efek sampingan mungkin adalah lebih buruk. Dokter dapat menyarankan cara-cara untuk mengurangi persoalan-persoalan ini.
Transplantasi Sel Induk (Stem cell transplantation)
Pasien-pasien yang mempunyai transplantasi sel induk menghadapi suatu peningkatan risiko infeksi, perdarahan, dan efek-efek sampingan lain karena dosis-dosis kemoterapi dan radiasi yang besar yang mereka terima. Sebagai tambahan, graft-versus-host disease (GVHD) mungkin terjadi pada pasien-pasien yang menerima sel-sel induk dari sumsum tulang seorang donor. Pada GVHD, sel-sel induk yang didonasikan bereaksi terhadap jaringan-jaringan pasien. Paling sering, hati, kulit, atau saluran pencernaan terpengaruh. GVHD dapat menjadi ringan atau sangat berat/parah. Ia dapat terjadi kapan saja setelah transplatasi (pencangkokan), bahkan bertahun-tahun kemudian. Steroid-steroid atau obat-obat lain mungkin membantu.
Yang Terjadi Setelah Perawatan Leukemia
Perawatan Yang Mendukung
Leukemia dan perawatannya dapat menjurus pada persoalan-persoalan kesehatan lain. Pasien-pasien menerima perawatan yang mendukung untuk mencegah atau mengontrol persoalan-persoalan ini dan untuk memperbaiki kesenangan (hidup) dan kwalitas hidup mereka selama perawatan.
Karena orang-orang dengan leukemia mendapat infeksi-infeksi dengan sangat mudah, mereka mungkin menerima antibiotik-antibiotik dan obat-obat lain untuk membantu melindungi mereka dari infeksi-infeksi. Regu perawatan kesehatan mungkin menasehati mereka untuk menjauh dari kumpulan orang-orang dan dari orang-orang dengan selesma-selesma dan penyekit-penyakit menular lain. Jika suatu infeksi berkembang, ia dapat menjadi serius dan harus dirawat segera. Pasien-pasien mungkin memerlukan berdiam di rumah sakit untuk perawatan.
Anemia dan perdarahan adalah persoalan-persoalan lain yang seringkali memerlukan perawatan yang mendukung. Pasien-pasien mungkin memerlukan transfusi-transfusi dari sel-sel darah merah untuk membantu mereka mempunyai lebih bayak tenaga. Transfusi-transfusi platelet dapat membantu mengurangi risiko perdarahan yang serius.
Perawatan gigi juga adalah sangat penting. Leukemia dan kemoterapi dapat membuat mulut menjadi peka, mudah terinfeksi, dan kemungkinan berdarah. Dokter-dokter sering menasehati pasien-pasien untuk mempunyai suatu pemeriksaan gigi yang komplit dan, jika mungkin, menjalani perawatan gigi yang diperlukan sebelum kemoterapi mulai. Dokter-dokter gigi menunjukan pasien-pasien bagaimana untuk mempertahankan mulut mereka bersih dan sehat selama perawatan.
Nutrisi
Pasien-pasien perlu makan dengan baik selama terapi kanker. Mereka perlu kalori-kalori yang cukup untuk mempertahankan suatu berat badan yang baik dan protein untuk mempertahankan kekuatan. Nutrisi yang baik seringkali membantu orang-orang dengan kanker merasa lebih baik dan mempunyai lebih banyak tenaga.
Namun makan dengan baik dapat menjadi sulit. Pasien-pasien mungkin tidak nafsu makan jika mereka merasa tidak enak dan lelah. Juga, efek-efek sampingan dari perawatan, seperti nafsu makan yang buruk, mual, atau muntah, dapat menjadi suatu persoalan. Makanan-makanan mungkin rasanya berbeda.
Dokter, ahli gizi (diet), atau penyedia perawatan kesehatan lain dapat menyarankan cara-cara untuk mempertahankan suatu diet yang sehat.
Perawatan Followup
Perawatan followup setelah perawatan untuk leukemia adalah suatu bagian yang penting dari rencana perawatan keseluruhan. Checkup-checkup yang teratur memastikan bahwa segala perubahan-perubahan pada kesehatan tercatat. Dokter dapat menemukan persoalan-persoalan dan merawat mereka sesegera mungkin. Checkup-checkup mungkin termasuk suatu pemeriksaan fisik yang hati-hati, tes-tes darah, x-rays, penyedotan sumsum tulang, atau spinal tap. Dokter dapat menjelaskan rencana followup — berapa sering pasien harus mengunjungi dokter dan tes-tes apa yang diperlukan.
NCI telah menyaipkan suatu booklet untuk orang-orang yang telah menyelesaikan perawatan mereka untuk membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang perawatan followup dan kekhwatiran-kekhwatiran lain.
Dukungan Untuk Orang-Orang Dengan Leukemia
Hidup dengan suatu penyakit yang serius seperti leukemia adalah tidak mudah. Beberapa orang-orang menemukan mereka perlu bantuan untuk menghadapi atau menguasai aspek-aspek emosional dan praktis dari penyakit mereka. Kelompok-kelompok pendukung dapat membantu. Pada kelompok-kelompok ini, pasien-pasien atau keluarga-keluarga mereka berkumpul untuk berbagi apa yang telah mereka pelajari tentang menghadapi/menguasai penyakit dan efek-efek perawatan. Pasien-pasien mungkin ingin berbicara dengan suatu anggota dari regu perawatan kesehatan mereka tentang menemukan suatu kelompok pendukung. Kelompok-kelompok mngkin menawarkan dukungan dalam diri seseorang, melalui telefon, atau di internet.
Orang-orang yang hidup dengan kanker mungkin khwatir tentang pelayanan untuk keluarga mereka, mempertahankan pekerjaan-pekerjaan mereka, atau meneruskan aktivitas-aktivitas hariannya. Kekhwatiran-kekhwatiran tentang perawatan dan mengendalikan efek-efek sampingan, opname-opname di rumah sakit, dan tagihan-tagihan medis adalah juga umum. Dokter-dokter, perawat-perawat, dan anggota-anggota lain dari regu perawatan kesehatan dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang perawatan, pekerjaan, atau aktivitas-aktivitas lain. Bertemu dengan seorang pekerja sosial, penasihat-penasihat, atau anggota dari keagamaan dapat bermanfaat pada mereka yang ingin berbicara tentang perasaan-perasan mereka atau mendiskusikan kekhwatiran-kekhwatiran mereka. Seringkali, seorang pekerja sosial dapat menyarankan sumber-sumber untuk bantuan keuangan, pengangkutan (transportation), perawatan rumah, atau dukungan emosional.
Cancer Information Service dapat menyediakan informasi untuk membantu pasien-pasien keluarga-keluarga mereka menemukan program-program, layanan-layanan, dan publikasi-publikasi.
Masa Depan Untuk Pasien-Pasien Leukemia
Dokter-dokter diseluruh negeri sedang melakukan banyak tipe-tipe dari percobaan-percobaan klinik. Ini adalah studi-studi penelitian dimana orang-orang mengambil bagian secara sukarela. Studi-studi termasuk metode-metode perawatan yang baru dan perawatan yang mendukung untuk pasien-pasien dengan leukemia. Penelitian telah menjurus pada kemajuan-kemajuan, dan peneliti-peneliti melanjutkan mencari lebih banyak pendekatan-pendekatan yang efektif.
Pasien-pasien yang bergabung dengan studi-studi ini mempunyai kesempatan pertama untuk mendapatkan manfaat dari perawatan-perawatan yang telah menunjukan janji pada penelitian awal. Mereka juga membuat suatu kontribusi yang penting pada ilmu pengetahuan kedokteran dengan membantu dokter-dokter belajar lebih banyak tentang penyakit. Walaupun percobaan-percobaan klinik mungkin memaparkan beberapa risiko-risiko, peneliti-peneliti mengambil langkah-langkah yang sangat hati-hati untuk melindungi pasien-pasien mereka.
Peneliti-peneliti sedang menguji terapi-terapi biologi yang baru dan obat-obat antikanker baru, dosis-dosis, dan jadwal-jadwal perawatan. Mereka juga sedang bekerja dengan bermacam-macam obat-obat dan dengan kombinasi-kombinasi dari obat-obat, terapi biologi, terapi radiasi, dan transplantasi sel induk.
Pasien-pasien yang tertarik menjadi bagian dari suatu percobaan klinik harus bicara dengan dokter mereka. Mereka mungkin ingin membaca NCI booklet tentang mengambil bagian pada studi-studi penelitian perawatan kanker. Ia menjelaskan bagaimana percobaan-percobaan klinik dijalankan dan menjelaskan kemungkinan manfaat-manfaat dan risiko-risikonya.
Anemia
Definisi Anemia
Anemia adalah kondisi medis dimana jumlah sel darah merah atau hemoglobin kurang dari normal. Tingkat normal dari hemoglobin umumnya berbeda pada laki-laki dan wanita-wanita. Untuk laki-laki, anemia secara khas ditetapkan sebagai tingkat hemoglobin yang kurang dari 13.5 gram/100ml dan pada wanita-wanita sebagai hemoglobin yang kurang dari 12.0 gram/100ml. Definisi-definisi ini mungkin bervariasi sedikit tergantung pada acuan sumber dan laboratorium yang digunakan.
Penyebab Anemia
Segala proses yang dapat mengganggu masa kehidupan normal dari sel darah merah mungkin menyebabkan anemia. Masa kehidupan normal dari sel darah merah secara khas adalah sekitar 120 hari. Sel-sel darah merah dibuat di sumsum tulang (bone marrow).
Anemia pada dasarnya disebabkan melalui dua jalan-jalan dasar. Anemia disebabkan:
- oleh pengurangan produksi sel darah merah atau hemoglobin, atau
- oleh kehilangan atau penghancuran darah.
Sebagai kliasifikasi-klasifikasi yang lebih umum dari anemia (hemoglobin yang rendah) berdasarkan pada MCV, atau volume dari sel-sel darah merah individu.
- Jika MCV rendah (kurang dari 80), anemia dikategorikan sebagai microcytic anemia (volume sel yang rendah).
- Jika MCV didalam batasan normal (80-100), ia disebut normocytic anemia (volume sel yang normal).
- Jika MCV tinggi, maka ia disebut macrocytic anemia (volume sel yang besar).
Melihat pada setiap komponen-komponen dari complete blood count (CBC), terutama MCV, dokter dapat mengumpulkan petunjuk-petunjuk seperti apa yang menjadi sebab yang paling umum untuk anemia.
Dapatkah Kekurangan Besi Menyebabkan Anemia ?
Tentu saja! Ini karena zat besi adalah komponen utama dari hemoglobin dan penting untuk fungsi yang baik darinya. Kehilangan darah yang kronis yang disebabkan oleh sebab apa saja adalah penyebab utama dari tingkat besi yang rendah dalam tubuh karena ia menipiskan cadangan besi tubuh untuk mengkompensasi kehilangan zat besi yang sedang berjalan. Anemia yang disebabkan oleh tingkat-tingkat besi yang rendah disebut anemia kekurangan besi. KeKurangan besi adalah penyebab yang sangat umum dari anemia.
Wanita-wanita lebih mungkin dari pada laki-laki mempunyai anemia kekurangan zat besi karena kehilangan darah setiap bulan melalui menstruasi yang normal. Ini umumnya tanpa segala gejala-gejala utama karena kehilangan darahnya relatif kecil dan sementara.
Anemia kekurangan besi dapat juga disebabkan oleh perdarahan kecil yang berulangkali, misalnya dari kanker kolon (usus besar) atau dari borok-borok (ulcers) lambung. Perdarahan borok lambung mungkin atau mungkin tidak diinduksi oleh obat-obat bahkan obat-obat tanpa resep yang sangat umum seperti aspirin dan ibuprofen (Advil, Motrin). Pada bayi-bayi dan anak-anak muda, anemia kekurangan besi paling sering disebabkan oleh makanan (diet) yang kekurangan besi.
Interpretasi dari CBC mungkin menjurus pada petunjuk-petunjuk yang menyarankan tipe anemia ini. Contohnya, anemia kekurangan besi biasanya menyajikan low mean corpuscular volume (microcytic anemia) sebagai tambahan pada hemoglobin yang rendah.
Kehilangan Darah Akut (Tiba-Tiba) Sebagai Penyebab Anemia
Kehilangan darah akut dari perdarahan internal (seperti dari borok yang berdarah) atau perdarahan eksternal (seperti dari trauma) dapat menghasilkan anemia pada masa waktu yang singkatnya mengagumkan. Tipe anemia ini dapat berakibat pada gejala-gejala dan konsekwensi-konsekwensi yang parah jika tidak ditangani segera.
Penyebab-Penyebab Lain Dari Anemia
Beberapa dari penyebab-penyabab yang paling umum termasuk:
- Kekurangan vitamin B12 mungkin menyebabkan pernicious anemia. Tipe anemia ini dapat terjadi pada orang-orang yang tidak mampu menyerap vitamin B12 dari usus-usus mereka yang disebabkan oleh sejumlah sebab-sebab:
- vegetarian-vegetarian yang ketat yang mungkin tidak mengambil suplemen-suplemen vitamin yang cukup, atau
- peminum-peminum alkohol jangka panjang.
- Dapat terjadi rupture dari sel-sel darah merah (hemolytic anemia) yang disebabkan oleh antibodi-antibodi yang melekat pada permukaan dari sel-sel marah (contohnya, penyakit hemolytic dari bayi yang baru dilahirkan dan pada banyak kondisi-kondisi lain).
- Bermacam-macam penyakit-penyakit sumsum tulang yang luas dapat menyebabkan anemia.
- Contohnya, kanker-kanker yang menyebar (metastasize) ke sumsum tulang (bone marrow), atau kanker-kanker dari sumsum tulang (seperti leukemia atau multiple myeloma) dapat menyebabkan sumsum tulang menghasilkan secara tidak cukup sel-sel darah merah, berakibat pada anemia.
- Kemoterapi tertentu untuk kanker-kanker dapat juga menyebabkan kerusakan pada sumsum tulang dan mengurangi produksi sel darah merah, berakibat pada anemia.
- Infeksi-infeksi tertentu mungkin melibatkan sumsum tulang dan berakibat pada perusakan sumsum tulang dan anemia.
- Akhirnya, pasien-pasien dengan gagal ginjal mungkin kekurangan hormon yang diperlukan untuk menstimulasi produksi sel darah merah oleh sumsum tulang (bone marrow).
- Penyebab umum lain dari anemia disebut anemia dari penyakit kronis. Ini dapat secara khas terjadi pada individu-individu dengan penyakit-penyakit kronis yang berkepanjangan.
- Beberapa obat-obat dapat menyebabkan anemia dalam keberagaman cara-cara.
- Human immunodeficiency virus (HIV) dan acquired immune deficiency syndrome (AIDS) dapat menyebabkan anemia.
Dapatkah Anemia Diturunkan ?
Ya, anemia mungkin adalah genetik. Penyakit-penyakit yang diturunkan dapat memperpendek masa kehidupan dari sel darah merah dan menjurus pada anemia (contohnya, sickle cell anemia). Penyakit-penyakit turunan dapat juga menyebabkan anemia dengan memperburuk produksi hemoglobin (contohnya, alpha thalassemia dan beta thalassemia).
Tergantung pada derajat dari kelainan genetik, anemia-anemia turunan mungkin menyebabkan anemia yang ringan, sedang, atau parah. Kenyataannya, beberapa mungkin terlalu parah untuk menjadi harmonis dengan kehidupan dan mungkin berakibat pada kematian dari fetus (bayi yang belum dilahirkan). Pada sisi lain, beberapa dari anemia-anemia ini adalah begitu ringan sehingga mereka tidak tercatat dan secara kebetulan terungkap sewaktu pekerjaan darah rutin.
Gejala-Gejala Dari Anemia
Beberapa pasien-pasien dengan anemia tidak mempunyai gejala-gejala. Yang lain-lain dengan anemia mungkn merasa:
- lelah,
- mudah kelelahan,
- nampak pucat,
- mengembangkan palpitasi-palpitasi (perasaan dari jantung yang berdebar), dan
- menjadi sesak napas.
Gejala-gejala tambahan mungkin termasuk:
- kehilangan rambut,
- malaise (perasaan umum dari tidak enak badan), dan
- perburukan persoalan-persoalan jantung.
Adalah berharga untuk dicatat bahwa jika anemia berkepanjangan (chronic anemia), tubuh mungkin menyesuaikan pada tingkat-tingkat oksigen yang rendah dan individunya mungkin tidak merasa berbeda sampai anemia menjadi parah. Pada sisi lain, jika anemia terjadi secara cepat (acute anemia), pasien mungkin mengalami gejala-gejala signifikan yang relatif cepat.
Mendiagnosa Anemia
Anemia biasanya dideteksi atau paling sedikit dikonfirmasi dengan complete blood cell (CBC) count. Tes CBC mungkin diperintahkan oleh dokter sebagai bagian dari general check-up dan screening rutin atau berdasarkan pada tanda-tanda dan gejala-gejala klinis yang mungkin menyarankan anemia atau kelainan-kelainan darah lain.
Definisi Complete Blood Cell (CBC) Count
CBC adalah tes untuk menghitung dan memeriksa tipe-tipe yang berbeda dari sel-sel dalam darah. Secara tradisi, analisa CBC dilakukan oleh dokter atau teknisi laboratorium dengan melihat kaca mikroskop yang disiapkan dari sample darah dibawah mikroslop. Sekarang ini, banyak dari kerja ini seringkali diotomatisasikan dan dilakukan oleh mesin-mesin. Pengukuran-pengukuran enam komponen membentuk tes CBC:
- Red blood cell (RBC) count atau perhitungan sel darah merah
- Hematocrit
- Hemoglobin
- White blood cell (WBC) count atau perhitungan sel darah putih
- Differential blood count (the "diff")
- Platelet count atau perhitungan platelet
Hanya tiga pertama dari tes-tes ini: red blood cell (RBC) count, hematocrit, dan hemoglobin, adalah relevan pada diagnosis dari anemia.
Sebagai tambahan, mean corpuscular volume (MCV) juga seringkali dilaporkan pada CBC, yang pada dasarnya mengukur volume rata-rata dari sel-sel darah merah dalam sample darah. Ini adalah penting dalam membedakan penyebab-penyebab dari anemia. Unit-unit dari MCV dilaporkan dalam femtoliters, pecahan dari seperjuta liter.
Petunjuk-petunjuk bermanfaat lain pada penyebab-penyebab dari anemia yang dilaporkan pada CBC adalah ukuran, bentuk, dan warna dari sel-sel darah merah.
Mengambil Darah Untuk CBC
Darah diambil dengan venipuncture (menggunakan jarum untuk menarik darah dari vena) di lab, rumah sakit, atau tempat praktek dokter. Secara khas, darah diambil dalam tabung steril yang khusus dari vena lengan. Tabung mempunyai beberapa bahan-bahan pengawet untuk mencegah penggumpalan darah. Hasil-hasil mungkin tersedia dalam satu jam atau lebih lama tergantung pada setting.
Pada beberapa kejadian-kejadian, tes tempat praktek yang cepat yang disebut hemoglobin rapid test mungkin dilakukan yang menggunakan beberapa tetes-tetes darah dari tusukan jari tangan. Keuntungan dari tes yang cepat ini adalah bahwa hasil-hasil mungkin diperoleh dalam beberapa menit dan hanya beberapa tetes-tetes darah mungkin diperlukan.
Definisi Red Blood Cell (RBC) Count
Sel-sel darah merah atau red blood cells (RBCs atau erythrocytes) adalah tipe sel-sel yang paling umum dalam darah. Kita setiapnya mempunyai berjuta-juta dari sel-sel kecil ini yang berbentuk cakram. RBC count atau perhitungan RBC dilakukan untuk menentukan apakah jumlah dari sel-sel darah merah adalah rendah (anemia) atau tinggi (polycythemia).
Pada perhitungan RBC, jumlah dan ukuran dari RBCs ditentukan. Ini biasanya dilaporkan sebagi angka dari RBCs per volume yang spesifik, secara khas dalam jutaan dari RBC's dalam micro-liters dari seluruh darah. Bentuk dari sel-sel darah merah juga dievaluasi dibawah mikroskop. Semua dari informasi-informasi ini, angka, ukuran dan bentuk dari RBCs, adalah bermanfaat dalam diagnosis dari anemia. Lebih jauh, tipe spesifik dari anemia mungkin ditentukan oleh informasi ini.
Definisi Hemoglobin
Hemoglobin adalah pigmen merah yang memberikan warna merah yang dikenal pada sel-sel darah merah dan pada darah. Secara fungsi, hemoglobin adalah senyawa kimia kunci yang bergabung dengan oksigen dari paru-paru dan mengangkut oksigen dari paru-paru ke sel-sel seluruh tubuh. Oksigen adalah penting untuk semua sel-sel dalam tubuh untuk menghasilkan tenaga.
Darah juga mengangkut karbon dioksida, yang adalah produk pembuangan dari proses produksi tenaga ini, kembali ke paru-paru darinya ia dihembuskan ke udara. Pengangkutan karbon dioksida kembali ke paru juga dilaksanakan oleh hemoglobin. Karbon dioksida yang terikat pada hemoglobin dilepaskan di paru-paru dalam pertukaran untuk oksigen yang diangkut ke jaringan-jaringan tubuh.
Arti Tingkat Hemoglobin Yang Rendah
Hemoglobin yang rendah disebut anemia. Ketika ada tingkat hemoglobin yang rendah, seringkali ada perhitungan sel darah merah yang rendah dan juga hematocrit yang rendah. Batasan-batasan acuan adalah sedikit berbeda dari satu sumber ke sumber lain, namun secara khas hemoglobin kurang dari 13.5 adalah abnormal pada laki-laki dan kurang dari 12.0 pada wanita-wanita.
Definisi Hematocrit
Hematocrit secara spesifik adalah ukuran dari berapa banyak darah dibuat oleh sel-sel merah. Hematocrit adalah cara yang sangat nyaman untuk menentukan apakah perhitungan sel darah merah terlalu tinggi, terlalu rendah, atau normal. Hematocrit adalah ukuran dari proporsi darah yang terdiri dari sel-sel darah merah.
Menentukan Hematocrit
RBCs pada sample darah dikemasi menjadi kecil dengan memutar (spinning) tabung dalam centrifuge dibawah kondisi-kondisi yang telah ditentukan. Proporsi dari tabung yang terdiri dari RBCs kemudian diukur. Katakan bahwa itu adalah 45%. Hematocrit adalah 45.
Merawat Anemia
Perawatan dari anemia bervariasi sangat besar. Pertama, penyebab yang mendasari anemia harus diidentifikasikan dan dikoreksi. Contohnya, anemia sebagai akibat dari kehilangan darah dari borok lambung harus mulai dengan obat-obat untuk menyembuhkan borok (ulcer). Demikian juga, operasi seringkali perlu untuk mengeluarkan kanker kolon yang menyebabkan kehilangan darah kronis dan anemia.
Adakalanya suplemen-suplemen besi akan juga diperlukan untuk mengkoreksi kekurangan besi. Pada anemia yang parah, transfusi darah mungkin diperlukan. Suntikan-suntikan vitamin B12 akan diperlukan untuk pasien-pasien yang menderita pernicious anemia atau penyebab-penyebab lain dari kekurangan B12.
Pada pasien-pasien tertentu dengan penyakit sumsum tulang (atau kerusakan sumsum tulang dari kemoterapi ) atau pasien-pasien dengan gagal ginjal, epoetin alfa (Procrit, Epogen) mungkin digunakan untu menstimulasi produksi sel darah merah sumsum tulang.
Jika obat diperkirakan adalah tertuduhnya, maka ia harus dihentikan dibawah pengarahan dari dokter yang meresepkannya.
Komplikasi-Komplikasi Dari Anemia?
Seperti disebutkan lebih awal, hemoglobin mempunyai peran penting mengantar oksigen ke semua bagian-bagian tubuh untuk konsumsi dan mengangkut balik karbon dioksida ke paru untuk dihembuskan keluar dari tubuh. Jika tingkat hemoglobin terlalu rendah, proses ini mungkin tergnggu, berakibat pada tubuh mempunyai tingkat oksigen yang rendah (hypoxia).
Prognosis Untuk Anemia
Anemia umumnya mempunyai prognosis yang sangat baik dan ia mungkin dapat disembuhkan pada banyak kejadian-kejadian. Prognosis keseluruhan tergantung pada penyebab yang mendasari anemia, keparahannya, dan kesehatan keseluruhan pasien.
Perdarahan Dalam
(Internal Bleeding)
Definisi Perdarahan Dalam (Internal Bleeding)
Sementara publik umum mengerti bahwa perdarahan dalam berarti perdarahan yang tidak dapat dilihat pada bagian luar tubuh, personel medis cenderung menggunakan istilah-istilah yang menggambarkan secara tepat dimana didalam tubuh perdarahan ditemukan. Perdarahan internal mungkin terjadi didalam jaringan-jaringan, organ-organ, atau di rongga-rongga tubuh termasuk kepala, dada, dan perut. Contoh-contoh dari tempat-tempat perdarahan yang potensial termasuk mata, jaringan-jaringan pelapis dari jantung, otot-otot, dan sendi-sendi.
Perdarahan diluar tubuh adalah sangat mudah dikenali. Jika kulit rusak oleh pencabikan, tusukan, atau luka lecet, darah dapat disaksikan ketika ia mengalir keluar dari tubuh. Kulit kepala, dengan suplai yang kaya darahnya, terkenal untuk penunjukan kehilangan darah yang secara besar-besaran. Perdarahan internal dapat menjadi jauh lebih sulit untuk diidentifikasi. Ia mungkin tidak menjadi bukti untuk berjam-jam setelah ia mulai, dan gejala-gejala terjadi ketika ada kehilangan darah yang signifikan atau jika gumpalan darah cukup besar untuk menekan organ dan mencegahnya berfungsi secara benar.
Perdarahan internal terjadi ketika kerusakan pada arteri atau vena mengizinkan darah terlepas dari sistim sirkulasi dan terkumpul didalam tubuh. Jumlah perdarahan tergantung pada jumlah kerusakan pada organ dan pembuluh-pembuluh darah yang mensuplainya, serta kemampuan tubuh untuk memperbaiki pecahan-pecahan pada dinding-dinding dari pembuluh-pembuluh darah. Mekanisme-mekanisme perbaikan yang tersedia termasuk keduanya sistim pembekuan/penggumpalan darah dan kemampuan pembuluh-pembuluh darah untuk mengejang (spasme) untuk mengurangi aliran darah ke area yang terluka.
Pasien-pasien yang mengkonsumsi obat anti-penggumpalan seperti warfarin (Coumadin), clopidogrel (Plavix), heparin, atau aspirin adalah lebih cenderung pada perdarahan daripada orang-orang yang tidak mengkonsumsi obat-obat ini. Individu-individu ini mungkin mengalami perdarahan yang signifikan bahkan dengan luka atau penyakit yang relatif minor, dan risiko perdarahan perlu diseimbangkan terhadap manfaat-manfaat dari mengkonsumsi obat.
Beberapa orang-orang mempunyai kesalahan-kesalahan genetik atau pembawaan sejak lahir dari sistim pembekuan/penggumpalan darah. Luka-luka minor mungkin menyebabkan perdarahan besar pada kasus-kasus ini. Hemophilia dan penyakit von Willebrand adalah dua contohnya.
Penyebab Perdarahan Dalam (Internal Bleeding)
Perdarahan paling sering terjadi disebabkan oleh luka, dan tergantung pada keadaan-keadaan, jumlah tenaga yang diperlukan untuk menyebabkan perdarahan dapat menjadi sangat variabel.
Blunt trauma (trauma tumpul)
Kebanyakan orang-orang mengerti bahwa jatuh dari ketinggian atau terlibat dalam kecelakaan mobil dapat mengakibatkan tekanan dan trauma yang besar pada tubuh. Jika tenaga tumpul terlibat, bagian luar tubuh mungkin tidak perlu rusak, namun tekanan yang cukup mungkin terjadi pada organ-organ internal (dalam) untuk menyebabkan luka dan perdarahan.
- Bayangkan seorang pemain sepak bola sedang ditombak/disundul oleh helmet pada perut. Limpa atau hati mungkin ditekan oleh tenaga dan menyebabkan perdarahan didalam organ. Jika tubrukannya cukup keras, kapsul atau pelapis dari organ dapat robek, dan perdarahan dapat tumpah kedalam peritoneum (ruang dalam rongga perut yang mengandung organ-organ perut seperti usus-usus, hati, dan limpa).
- Jika luka terjadi pada area belakang atau samping, dimana ginjal berlokasi, retroperitoneal bleeding (retro=belakang; belakang rongga perut) mungkin terjadi.
- Mekanisme yang sama menyebabkan perdarahan yang disebabkan oleh luka-luka penghancuran. Contohnya, ketika pemberat jatuh pada kaki, pemberat tidak mengalah, begitu juga tanahnya. Tenaganya perlu diserap oleh tulang atau otot-otot dari kaki. Ini dapat menyebabkan tulangnya pecah dan/atau serat-serat ototnya robek dan berdarah.
- Struktur-struktur lain dapat dimampatkan dan mungkin menyebabkan perdarahan internal. Contohnya, mata dapat ditekan/dimampatkan dalam orbit ketika ia dihantam oleh tinju atau bola. Bola matanya deformasi (mengubah bentuk) dan meloncat balik ke bentuk aslinya. Intraorbital hemorrhage mungkin terjadi.
Deceleration trauma (trauma perlambatan)
Perlambatan mungkin menyebabkan organ-organ dalam tubuh digeser didalam tubuh. Ini mungkin memotong pembuluh-pembuluh darah dari organ-organ dan menyebabkan terjadi perdarahan. Ini seringkali adalah mekanisme untuk intracranial bleeding seperti epidural atau subdural hematomas. Tenaga yang dikerahkan pada kepala menyebabkan luka percepatan/perlambatan pada otak, menyebabkan otak untuk "memantul ke sekeliling" didalam tengkorak. Ini dapat merobek beberapa vena-vena kecil pada permukaan otak dan menyebabkan perdarahan. Karena otak dibungkus didalam tengkorak, yang adalah struktur yang padat, bahkan sejumlah kecil darah dapat meningkatkan tekanan didalam tengkorak dan mengurangi fungsi otak.
Fractures (patah/retak tulang)
Perdarahan mungkin terjadi dengan tulang-tulang yang patah. Tulang-tulang mengandung sumsum tulang (bone marrow) dimana produksi darah terjadi. Mereka mempunyai suplai-suplai yang kaya darah, dan jumlah-jumlah darah yang signifikan dapat hilang dengan fractures. Kepatahan dari tulang yang panjang seperti femur (tulang paha) dapat berakibat pada kehilangan satu unit darah (350-500cc). Tulang-tulang yang datar seperti pelvis memerlukan jauh lebih banyak tenaga untuk menyebabkan fracture, dan banyak pembuluh-pembuluh darah yang mengelilingi struktur dapat dirobek oleh trauma dan menyebabkan perdarahan secara besar-besaran.
Kehamilan
Perdarahan pada kehamilan adalah tidak pernah normal, namun bukan tidak biasa pada trimester pertama, dan adalah tanda keguguran yang potensial. Sejak dini, kekhawatiran adalah potential ectopic atau tubal pregnancy, dimana placenta dan fetus menanam dalam tabung Fallopian atau lokasi lain diluar rongga kandungan. Ketika placenta tumbuh, ia mengikis melalui tabung atau organ-oragn lain yang terlibat dan mungkin menyebabkan perdarahan yang fatal.
Perdarahan setelah 20 minggu kehamilan mungkin disebabkan oleh placenta previa atau placental abruption, dan perawatan medis darurat harus diakses. Placenta previa menggambarkan situasi dimana placenta melekat pada kandungan (uterus) dekat mulut dari cervix dan mungkin menyebabkan perdarahan vagina tanpa rasa sakit. Abruption terjadi ketika placenta secara partial memisahkan diri dari dinding kandungan dan menyebabkan nyeri yang signifikan dengan atau tanpa perdarahan dari vagina.
Perdarahan secara spontan
Perdarahan internal mungkin terjadi secara spontan, terutama pada orang-orang yang mengkonsumsi obat-obat anti-penggumpalan (anticoagulation) atau yang mempunyai penyakit-penyakit perdarahan yang diturunkan (diwariskan). Benturan-benturan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari mungkin menyebabkan persoalan-persoalan perdarahan yang signifikan.
Obat
Perdarahan internal mungkin disebabkan sebagai efek sampingan dari oba-obat (paling sering dari obat-obat antiperadangan nonsteroid seperti ibuprofen dan aspirin) dan alkohol. Unsur-unsur ini dapat menyebabkan peradangan dan perdarahn dari esophagus, lambung, dan duodenum (usus dua belas jari), bagian pertama dari usus kecil ketika ia meninggalkan lambung.
Penyalahgunaan alkohol
Penyalahgunaan alkohol jangka panjang dapat juga menyebabkan kerusakan hati, yang dapat menyebabkan persoalan-persoalan perdarahan melalui keberagaman dari mekanisme-mekanisme.
Tanda-Tanda Dan Gejala-Gejala Dari Perdarahan Dalam (Internal Bleeding)
Gejala-gejala dari perdarahan internal tergantung pada dimana perdarahan berlokasi, berapa banyak perdarahan telah terjadi, dan struktur-struktur dan fungsi-fungsi apa dalam tubuh yang dipengaruhi. Darah diluar sistim sirkulasi (jantung dan pembuluh-pembuluh darah) adalah sangat mengiritasi pada jaringan-jaringan, menyebabkan peradangan dan nyeri. Contoh-contoh dari beberapa situasi-situasi perdarahan internal didaftar dibawah.
Perdarahan Intracranial dari trauma atau dari aneurysm yang bocor seringkali menyebabkan nyeri namun mungkin juga hadir dengan fungsi mental yang berubah. Hasil-hasil pemeriksaan neurological mencakup dari pemeriksaan hampir normal sampai kebingungan sampai koma. Gejala-gejala dari stroke, termasuk kelemahan, berbicara yang menyatu, dan kehilangan penglihatan, mungkin juga dihubungkan dengan perdarahan intracerebral. Tanda-tanda dan gejala-gejala tergantung pada dimana dan berapa banyak darah ada di otak. Jika perdarahan berlanjut, gejala-gejala menjadi progresif dan lebih mudah untuk dikenali.
Perdarahan Intra-abdominal mungkin tersembunyi dan hadir hanya dengan nyeri, namun jika ada cukup kehilangan darah, pasien mungkin mengeluh kelemahan, kepala yang ringan, sesak napas, dan gejala-gejala lain dari shock dan tekanan darah yang berkurang. Sekali lagi, gejala-gejala tergantung pada dimana di perut perdarahan terjadi.
- Jika ada perdarahan pencernaan, pasien mungkin memuntahkan darah yang merah terang, atau ia telah ada di lambung untuk suatu periode waktu, muntahan mungkin terlihat seperti warna kopi. Feces-feces mungkin berdarah atau mereka mungkin hitam dan ber-ter, sekali lagi tergantung pada lokasi perdarahan pada saluran pencernaan.
- Jika perdarahan internal menyebabkan darah tumpah kedalam peritoneum, dapat terjadi jumlah yang signifikan dari nyeri dengan gerakan apa saja, dan perut dapat menjadi tegang dan terasa kaku disentuh.
- Adakalanya perdarahan intra-abdominal akan berjejak menuju kulit dan dapat dinilai pada pemeriksaan fisik. Tanda Cullen adalah istilah yang digunakan untuk merujuk pada penampakan dari pememaran yang mengelilingi umbilicus. Tanda Grey-Turner adalah memar pada sisi-sisi.
Darah yang terlihat pada urin mungkin disebabkan oleh perdarahan internal di tempat mana saja didalam saluran kencing, dari ginjal sampai kantong kemih. Seringkali infeksi-infeksi kantong kemih berhubungan dengan darah dalam urin namun sebab-sebab lain perlu dipertimbangkan berdasarkan pada gejala-gejala tertentu serta umur dan sejarah medis pasien, terutama laki-laki yang mungkin telah mempunyai operasi prostat. Laki-laki dan wanita-wanita yang telah mempunyai terapi radiasi mungkin mengembangkan peradangan dari dinding kantong kemih yang dapat menyebabkan jumlah perdarahan yang signifikan.
Perdarahan mungkin terjadi dalam sekali didalam otot-otot setelah luka, dan jarang, compartment syndrome mungkin terjadi. Jika sampai begitu banyak perdarahan terjadi sehingga pembentukan tekanan didalam otot adalah lebih besar dari tekanan darah pasien, darah tidak dapat memasuki sel-sel otot, dan mereka mulai mati. Gejala-gejala termasuk nyeri yang hebat, kesulitan menggerakan sendi-sendi dibawah luka, dan kehilangan sensasi. Paling umum ini terlihat pada tulang kering dan lengan bawah dan mungkin atau mungkin tidak berhubungan dengan tulang yang patah.
Perdarahan mungkin juga terjadi kedalam sendi-sendi, menyebabkan nyeri yang signifikan dan kehilangan batasan dari gerakan. Ini paling sering terlihat pada pasien-pasien yang berada pada obat-obat anti-penggumpalan (anti-coagulation). Luka mungkin atau mungkin tidak diperlukan untuk menyebabkan perdarahan.
Mendiagnosa Perdarahan Dalam (Internal Bleeding)
Diagnosis dari perdarahan internal mulai dengan sejarah keseluruhan yang diambil oleh dokter. Ini diikuti oleh pemeriksaan fisik, konsentrasi pada area dari tubuh dimana perdarahan internal mungkin telah terjadi. Contohnya, jika ada kekhawatiran tentang perdarahan didalam otak, pemeriksaan fisik akan fokus pada sistim neurologic, atau jika itu adalah perdarahan intra-abdominal, pemeriksaan akan diarahkan menuju perut.
Tes-tes darah mungkin dilakukan untuk memeriksa jumlah sel darah merah yang rendah, atau anemia. Bagaimanapun, jika perdarahan terjadi secara cepat, pembacaan awal hemoglobin atau jumlah sel darah merah mungkin adalah normal.
Kecurigaan dari perdarahan akan seringkali memerlukan tes pencitraan untuk mencari sumber perdarahan.
- Jika ada kekhawatiran bahwa ada perdarahan pencernaan, gastroenterologist (ahli pencernaan) mungkin menggunakan scope-scope serat optik untuk melihat kedalam esophagus dan lambung (endoscopy) atau kedalam usus besar (colonoscopy) untuk mengidentifikasi sumber. Jika ditemukan, dokter mungkin mampu menghentikan perdarahan menggunakan listrik untuk membakar pembuluh darah yang berdarah.
- Computerized tomography (CT) adalah tes yang paling umum untuk mencari perdarahan dalam otak. Ia juga mampu untuk mengidentifikasi pembengkakan otak dan retak-retak tulang dari tengkorak.
- Ultrasound mungkin digunakan untuk mencari darah dalam perut. Sementara ia mempunyai tempatnya dalam pengendalian trauma, ultrasound adalah terutama bermanfaat dalam mengevaluasi persoalan-persoalan obstetric (kandungan) dan gynecologic seperti perdarahan dari kista indung telur atau kehamilan diluar kandungan (ectopic atau tubal pregnancy).
- Computerized tomography adalah alat yang efektif dalam mencari perdarahan intra-abdominal dan retroperitoneal. Ia dapat mengevaluasi tempat luka yang potensial, keparahan dari kerusakan organ, dan apakah perdarahan terdapat didalam organ (seperti hati, ginjal atau limpa) atau apakah perdarahan telah tumpah kedalam peritoneum. Ia juga adalah tes yang berguna dalam menilai retakan-retakan pelvis.
- Jika sumber perdarahan diperkirakan disebabkan oleh kerusakan arteri, angiography mungkin digunakan untuk mengevaluasi aliran darah arteri.
Pada beberapa situasi-situasi dimana pasien sakitnya kritis dari perdarahan internal, keputusan mungkin dibuat untuk menjalani operasi darurat untuk menemukan dan memperbaiki tempat perdarahan. Ini mungkin terjadi pada korban-korban trauma dengan luka-luka perut atau dada yang mempunyai tanda-tanda vital yang tidak stabil (tingkat kesadaran yang menurun, tekanan darah rendah, dan tanda-tanda lain dari shock) dan berisiko untuk perdarahan sampai meninggal jika mereka harus menunggu untuk tes-tes diagnostik.
Merawat Perdarahan Dalam (Internal Bleeding)
Rencana perawatan awal dari segala pasien dengan perdarahan internal mulai dengan menilai stabilitas pasien dan memastikan ABCs dipelihara dengan baik. Ini termasuk memastikan pasien punya:
- Saluran udara terbuka,
- bahwa pasien bernapas, dan
- bahwa ada sirkulasi yang cukup, yang berarti nadi dan tekanan darah yang baik.
Perawatan yang definitif dari perdarahan internal tergantung pada dimana perdarahan terjadi, situasi individu, dan stabilitas pasien. Tujuan-tujuan dasar termasuk mengidentifikasi dan menghentikan sumber perdarahan dan memperbaiki segala kerusakan yang perdarahan mungkin telah menyebabkannya.
Komplikasi-Komplikasi Dari Perdarahan Dalam (Internal Bleeding)
Tergantung pada dimana itu terjadi, jika tidak dikenali, perdarahan internal mungkin menyeabkan kegagalan organ, shock, dan kematian. Contohnya:
- Jika ada perdarahan yang tak terkontrol dalam dada atau perut, tubuh mungkin kehilangan cukup sel-sel darah merah yang bersirkulasi untuk mengkompromikan pengantaran oksigen pada sel-sel dalam tubuh. Situasi ini disebut shock. Jika perdarahan tidak dihentikan dan jika resuscitasi cairan dan mungkin transfusi darah tidak disediakan, pasien mungkin meninggal.
- Perdarahan internal dalam otak mungkin menyebabkan kerusakan yang minimal, namun jika ada cukup untuk menyebabkan tekanan yang meningkat atau jika perdarahan meningkat, mungkin ada cukup jaringan otak yang rusak untuk menyebabkan gejala-gejala seperti stroke, koma, dan kematian.
Transplantasi
Sumsum Tulang
(Bone Marrow)
Suatu transplantasi sumsum tulang (bone marrow) mungkin digunakan untuk merawat pasien-pasien dengan bentuk-bentuk kanker tertentu, seperti leukemia, lymphoma, atau kanker payudara. Tujuan dari suatu transplantasi jenis ini pada wanita-wanita dengan kanker payudara adalah untuk mengizinkan mereka untuk menjalani kemoterapi dosis tinggi -- yang menyerang secara agresif sel-sel kanker, namun juga merusak sel-sel darah yang normal - dan kemudian menggantikan sel-sel yang rusak dengan sel-sel yang sehat.
Definisi Bone Marrow (Sumsum Tulang)
Bone marrow adalah jaringan seperti sepon yang ditemukan didalam tulang. Sumsum tulang (bone marrow) pada tulang dada, tengkorak, tulang pinggul, tulang-tulang rusuk, dan tulang belakang (spine) mengandung sel-sel induk (stem cells) yang menghasilkan sel-sel darah tubuh. Tiga jenis sel-sel darah yang diperlukan tubuh untuk berfungsi -- sel-sel darah merah yang mengangkut oksigen, sel-sel darah putih yang melawan/memberantas infeksi, dan platelet-platelet yang membentuk bekuan -- adalah semuanya terbuat didalam sumsum tulang (bone marrow).
Siapa Adalah Calon Untuk Suatu Transplantasi Sumsum Tulang (Bone Marrow) ?
Keputusan untuk menentukan suatu transplantasi sumsum tulang selalu dibuat pada suatu dasar perorangan. Dokter anda akan mempertimbangkan umur anda, kondisi fisik keseluruhan, diagnosis, dan tingkat penyakit. Dokter anda juga akan memastikan anda mengerti manfaat-manfaat dan risiko-risiko yang potensial dari prosedur transplantasi.
Dari Mana Datangnya Sumsum Tulang Yang Ditransplantasikan ?
Sumsum tulang (bone marrow) yang diberikan sewaktu suatu transplantasi datangnya dari anda atau dari seorang donor yang sumsum tulangnya cocok dengan punyanya anda.
Proses pencocokan disebut human leukocyte antigen testing (HLA testing). Suatu rentetan dari tes-tes darah mengevaluasi kecocokan atau kedekatan dari jaringan antara donor dan penerima. Hasil-hasil tes ini digunakan untuk membantu lab tipe jaringan (tissue-typing lab) mencocokan suatu cangkokan susmsum tulang donor pada anda.
Yang Terjadi Sebelum Transplantasi
Sejumlah tes-tes dilaksanakan sebelum prosedur transplantasi sumsum tulang untuk memastikan anda mampu secara fisik untuk menjalani suatu transplantasi. Tes-tes ini juga membantu regu transplantasi mengidentifikasi dan merawat persoalan-persoalan potensial apa saja sebelum transplantasi.
Fungsi jantung, paru-paru dan ginjal anda akan diuji. Dokter anda mungkin juga memerintahkan tes-tes darah, suatu CAT scan, dan suatu biopsi bone marrow. Suatu pemeriksaan gigi yang komplit diperlukan sebelum prosedur untuk mengecilkan risiko infeksi anda, dan tindakan-tindakan pencegahan lain akan diambil seperti yang diperlukan untuk mengecilkan risiko infeksi.
Tes-tes yang diperlukan sebelum transplantasi sumsum tulang biasanya dilakukan pada suatu dasar sebagai pasien luar. Koordinator transplantasi anda akan membantu menyusun tes-tes ini untuk anda.
Penempatan Central Venous Catheter
Sebelum transplantasi sumsum tulang dapat dilaksanakan, suatu central venous catheter dimasukan melalui suatu vena di dada anda sewaktu suatu prosedur operasi yang sederhana. Suatu central venous catheter adalah suatu tabung yang ramping, berongga dan lentur yang mengizinkan cairan-cairan, larutan-larutan nutrisi, antibiotik-antibiotik, kemoterapi, atau produk-produk darah diserahkan secara langsung kedalam aliran darah anda tanpa secara berulang harus memasukan suatu jarum kedalam vena anda. Kateter dapat juga digunakan untuk mengambil contoh-contoh darah.
Menstimulasi Sel-Sel Darah Putih Anda
"Colony-stimulating factors," yang adalah obat-obat seperti hormon, diberikan sebelum transplantasi sumsum tulang anda untuk membantu sel-sel darah putih anda memulihkan diri dari kemoterapi sehingga mereka dapat membantu melawan risiko infeksi. Mereka juga meningkatkan jumlah dari sel-sel induk (stem cells) di darah anda.
Memanen Bone Marrow (Sumsum Tulang)
Bone marrow ditarik/dikeluarkan melalui suatu jarum yang dimasukan kedalam suatu tulang di pinggul. Prosedur ini dilaksanakan di ruang operasi dan pasien diberikan pembiusan keseluruhan. Jika sumsum tulang anda sendiri tidak dapat digunakan untuk transplantasi dan jika seorang donor tidak ditemukan, sel-sel induk (stem cells) mungkin dipanen dari peredaran darah anda.
Kemoterapi Dan/Atau Terapi Radiasi
Dosis yang sangat tinggi dari kemoterapi dan/atau terapi radiasi diberikan untuk menghancurkan sel-sel induk dan sel-sel darah yang abnormal. Terapi dosis tinggi pada dasarnya "menghapus" sumsum tulang normal anda. Sebagai akibatnya, jumlah-jumlah darah anda (jumlah sel-sel darah merah, sel-sel darah putih, dan platelet-platelet) dengan cepat jatuh ke tingkat-tingkat yang rendah.
Selama fase perawatan ini, anda akan diberikan cairan-cairan intravena untuk menguras ginjal-ginjal anda dan mengecilkan kerusakan dari kemoterapi. Anda akan juga diberikan obat-obat untuk mengontrol mual, karena kemoterapi seringkali menyebabkan mual dan muntah.
Karena anda akan berada di suatu keadaan kesehatan yang rapuh dan tidak akan mempunyai cukup sel-sel darah putih untuk melindungi anda dari infeksi, anda akan diisolasi di kamar rumah sakit anda hingga setelah sumsum tulang baru mulai tumbuh. Penyedia-penyedia perawatan kesehatan anda akan memberikan anda petunjuk-petunjuk spesifik tentang prosedur isolasi.
Yang Terjadi Sewaktu Transplantasi
Pada hari anda menerima tranplantasi sumsum tulang anda, sumsum tulang yang telah dipanen diinfusikan kedalam suatu vena melalui suatu tabung intravena. Sumsum tulang tampak seperti darah yang gelap dan kental. Ia berpindah tempat ke rongga-rongga tulang yang besar (tulang dada, tengkorak, pinggul-pinggul, tulang-tulang rusuk dan tulang belakang), dan mulai menghasilkan sel-sel darah yang normal setelah beberapa minggu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar